UNAIR NEWS – Menjamin kualitas konsumsi harian masyarakat, mahasiswa Belajar
Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) sukses menyelenggarakan
PROTEIN (Program Edukasi & Terpadu Keamanan Pangan) di Desa Ringintelu, Kecamatan
Bangorejo, Banyuwangi. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026) ini berfokus
pada sosialisasi keamanan pangan asal hewan guna mewujudkan masyarakat yang lebih
sehat.
Edukasi Pangan ASUH Bersama Pakar
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan narasumber ahli sekaligus Dosen
Pembimbing Lapangan (DPL) BBK 7 Ringintelu, Igo Syaiful Ihsan, drh., M.Si. Dalam
paparannya, beliau membedah secara mendalam konsep pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh,
dan Halal).
Masyarakat diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri fisik pangan asal hewan seperti daging,
telur, dan susu yang masih layak konsumsi maupun yang sudah mulai rusak. Tak hanya teori,
edukasi ini juga mencakup cara penanganan, pengolahan, serta teknik penyimpanan yang
benar di tingkat rumah tangga agar nutrisi pangan tetap terjaga dan terhindar dari kontaminasi
bakteri.
Sebagai bagian dari penguatan literasi, panitia juga menyelenggarakan pre-test sebelum
materi dimulai dan post-test setelah sesi edukasi selesai. Evaluasi sederhana ini dilakukan
untuk melihat perubahan pemahaman warga terkait prinsip ASUH dan praktik aman dalam
memilih serta menyimpan pangan asal hewan.
Alya Nabila Atfilah Utama, selaku Ketua Pelaksana kegiatan PROTEIN, menjelaskan bahwa
program ini merupakan respons atas pentingnya literasi keamanan pangan di tingkat keluarga.
淜ami ingin masyarakat Desa Ringintelu tidak hanya mampu membeli pangan, tetapi juga
cerdas dalam memilih dan mengolahnya. Dengan pengolahan yang benar, risiko penyakit
akibat keracunan pangan atau bakteri dari produk hewan dapat diminimalisir sedini
mungkin, ujar Alya.
Inovasi Aplikatif dan Dukungan SDGs
Keunggulan program PROTEIN terletak pada penyampaian informasinya yang aplikatif.
Mahasiswa BBK 7 UNAIR berperan sebagai fasilitator yang menjembatani materi teknis dari
narasumber ke dalam bahasa yang mudah dipahami oleh warga sesuai dengan kebiasaan
sehari-hari.
Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs poin ke-3, yaitu Good Health
and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui upaya promotif dan preventif ini,
diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya higienitas pangan bagi kesehatan keluarga
terus meningkat.
淎ntusiasme warga sangat terlihat, terutama saat sesi tanya jawab mengenai cara menyimpan
daging yang benar di dalam kulkas agar tidak cepat busuk, tambah Alya.
Sinergi dengan Kegiatan Rutin Desa
Pelaksanaan PROTEIN semakin meriah karena dilaksanakan beriringan dengan jadwal rutin
senam bersama warga Desa Ringintelu. Kombinasi antara aktivitas fisik melalui senam dan
asupan wawasan melalui edukasi pangan diharapkan mampu menciptakan budaya hidup
sehat yang menyeluruh bagi warga desa.
Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi pijakan
bagi warga Desa Ringintelu untuk konsisten menerapkan perilaku konsumsi pangan yang
sehat dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Alya Nabila Atfilah Utama (Anggota BBK 7 UNAIR Desa Ringintelu)PROTEIN di Desa Ringintelu





