UNAIR NEWS “ Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran 51¶¯Âþ (FK UNAIR) akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan perawatan bayi (neonatologi). Langkah terbaru yang ditempuh adalah menjalin kerjasama dengan Beatrix Children Hospital University Medisch Centrum Groningen (UMCG) Netherlands dan D Erasmus Belgium.
Jalinan kerjasama itu dilaksanakan pada hari Selasa 21 Maret 2017 lalu. Pihak Beatrix Children Hospital Netherlands dan D Erasmus Belgium datang ke FK UNAIR. Mereka antara lain Prof. Arend Frederick Bos, MD.,Ph.D., Prof. Pieter J.J Sauer, MD.,Ph.D., Prof. Peter Dijk, MD.,Ph.D, juga Prof. Bart Van Overmiere, MD.,Ph.D, serta Corry Klompie (IC Nurse), dan Siebrig Ploegsma (IC Nurse).
Tamu dari Eropa itu diterima di ruang Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR oleh Wakil Dekan III FK UNAIR Prof. Dr. Ni Made Mertaniasih, dr.,Ms.,Sp.MK(K), didampingi Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo (RSDS) dr. Muhammad Faizi, Sp.A(K), dosen senior dr. Agus Harianto, Sp.A(K), Dr. dr. Risa Etika, Sp.A(K), dr. Mahendra Tri A.S, Sp.A, dr. Dina Angelika, Sp.A, dan beberapa staf.
Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR/RSDS, dr. Muhammad Faizi, Sp.A(K) menjelaskan, selain peningkatan pelayanan, dalam kerjasama tersebut juga dibahas tentang tiga sektor strategis dalam pengembangan neonatologi.
Dalam kerjasama tersebut juga disepakati tentang empat hal yang akan dilaksanakan bersama. Keempatnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan dokter, peluang student exchange, merancang panduan nasional tata laksana penanganan bayi lahir, serta meningkatkan penelitian dosen di bidang riset internasional.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dokter itu, UMCH Netherlands juga telah mengirimkan beberapa perawat ke Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo. Mereka akan praktik bersama dengan perawat dan dokter di RSDS, khususnya dalam menangani bayi. Perawat dari Beatrix Children Hospital yang merupakan rumah sakit pendidikan bagi University Medisch Centrum Groningen itu telah memberikan pelatihan selama empat hari yang berlangsung sejak tanggal 21 Maret hingga Sabtu 25 Maret 2017 kemarin. (*)
Penulis: Bambang Bes.





