n

51动漫

51动漫 Official Website

FK UNAIR Ditarget Masuk Seratus Prodi Terbaik Sedunia

Pemaparan
dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa menjelaskan perkembangan riset di RSUD dr. Soetomo. (Foto: Helmy R)

UNAIR NEWS – Bertambahnya jumlah dosen dengan nomor induk pendidik klinis di Fakultas Kedokteran dan RSUD Dr. Soetomo, menjadi salah satu batu lompatan bagi 51动漫 untuk segera mencapai perguruan tinggi kelas dunia.

Rektor UNAIR Prof. Dr. Mochammad Nasih bahkan menargetkan FK UNAIR untuk bisa mencapai peringkat seratus besar dunia versi lembaga pemeringkatan dunia QS World University Ranking. Sivitas akademika FK diminta untuk menjangkau peringkat tersebut pada tahun 2019. Pernyataan itu disampaikan oleh Nasih usai acara penyerahan sertifikat pendidik klinis kepada 39 dokter spesialis di RSUD Dr. Soetomo, Senin (27/3).

淒engan adanya tambahan energi ini, maka kita harapkan FK tidak hanya mendorong kita untuk mengantarkan kita ke peringkat 500 perguruan tinggi kelas dunia, tetapi menjadi yang seratus terbaik di dunia berdasarkan subject, tutur Nasih.

Sertifikat itu diserahkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, kepada para dosen. Sementara sebelumnya, sebanyak 216 dosen sudah berhasil mendapatkan nomor induk dosen klinis (NIDK).

Dengan adanya penambahan jumlah dosen, hal tersebut akan menjadi energi baru bagi FK dan UNAIR. Bagaimana tidak, saat ini menurut Nasih di FK terdapat sekitar 3.000 mahasiswa dari berbagai jenjang sarjana, magister, spesialis, dan subspesialis. Jumlah tersebut diimbangi dengan sekitar 600 dosen, termasuk dosen klinis yang baru saja dilantik.

Tambahan energi baru tersebut diharapkan akan meningkatkan jumlah publikasi dan guru besar. Saat ini, profesor aktif di FK berjumlah 56 orang.

淒engan adanya serdos (sertifikasi dosen), ini tentu saja tidak ada lagi perbedaan dari aspek karir dan lain-lainnya antara dosen klinis dan dosen fakultas. Mulai dari guru besar, dan lain-lain semua akan terjamin sehingga tidak ada lagi perbedaan, imbuh Nasih.

Penulis: Defrina Sukma S

Editor : Nuri Hermawan

AKSES CEPAT