UNAIR NEWS – Forum Ilmiah dan Studi Mahasiswa () Fakultas Kedokteran () 51动漫 (UNAIR) gandeng Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa () Lingua FK UNAIR sukses menyelenggarakan Creativity Training (CAVITY) 1.0. Kegiatan itu bertujuan mengembangkan soft skill mahasiswa FK yang berlangsung pada Sabtu (31/05/2025) melalui Zoom Meeting.
Kolaborasi antara FORISMA dan LPPM Lingua itu menghadirkan sesi pembelajaran kreatif, yang masih berada dalam koridor ilmiah. Danang selaku Vice CEO Pengembangan LPPM Lingua menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan program ini ke depan.
淐AVITY 1.0 tentu menjadi peluang besar bagi mahasiswa FK yang bisa menambah skills baru. Terutama agar lebih percaya diri lagi dalam membuat desain visual, ujarnya.
Sarana Mengedukasi Masyarakat
Mengusung tema Creating Public Posters that Inform and Inspire, CAVITY kali ini menampilkan ruang mentoring eksklusif. Fokus utamanya dengan memberi kiat-kiat merancang poster publik yang informatif dan komunikatif, mengingat tren saat ini, semakin banyaknya model karya tersebut dilombakan pada ranah kesehatan.
Muhammad Rayva Aqeela El Rozi, perwakilan dari FORISMA, menerangkan bahwa pemilihan tema poster publik bukan tanpa alasan. Tema tersebut dipilih karena sejalan dengan kebutuhan mahasiswa kedokteran untuk menyampaikan informasi medis secara efektif kepada masyarakat.
淪ebagai anak FK, kami tidak hanya belajar, tetapi juga menerapkan ilmu yang kami dapatkan. Melalui poster publik, menjadi sarana komunikasi untuk kami mengedukasi masyarakat sekaligus menuangkan kreativitas. Bahkan berpotensi membuka banyak kesempatan berprestasi, ungkap Rayva.
Kenali Struktur dan Audiens
Gelaran itupun semakin lengkap dengan hadirnya Alfa Rahmawati Zahiroh. Ia merupakan mahasiswa FK UNAIR angkatan 2022, yang telah berpengalaman dalam berbagai lomba karya visual. Alfa, sapaan akrabnya, membuka materi dengan menjelaskan perbedaan antara berbagai jenis poster, seperti poster ilmiah, ilustrasi, dan publik.
Menurut Alfa, perbedaan ketiganya terletak pada fokus penyampaian pesan. Poster ilmiah, lanjutnya, cenderung menitikberatkan pada informasi hasil penelitian dengan struktur formal dan minim visual. Dibanding poster ilustrasi mengandalkan kekuatan grafis maupun warna untuk menarik perhatian, sementara teks hanya komponen pelengkap. Adapun poster publik, berupaya menggabungkan keduanya secara seimbang, baik segi visual serta teks.
淢embuat poster publik adalah seni menyederhanakan yang kompleks. Sebisa mungkin jangan to much, fokus ke poin pentingnya. Bagaimanapun kita perlu mengemas informasi ilmiah dengan gaya bahasa yang dapat dipahami masyarakat luas, tuturnya.
Pendampingan Lanjutan
Mahasiswa kemudian diajak memahami struktur dasar poster publik. Mulai dari teknik layouting ukuran A3, serta kriteria poster yang perlu mencakup aspek visible, interesting, structured, useful, accurate, legitimate, dan simple. 淧enting sekali untuk menyesuaikan poster dengan segmentasi audiens, agar pesan yang ingin disampaikan dapat terserap maksimal, ujar Alfa.
Sebagai tindak lanjut, FORISMA telah merencanakan CAVITY 2.0 pada bulan depan, dengan fokus pembuatan poster ilmiah. Selain itu, program baru bertajuk Intensive Training (INTRON) akan disiapkan bagi peserta yang berhasil menjadi finalis perlombaan poster. Hal itu sebagai bentuk pendampingan lanjutan dari pelatihan dasar CAVITY.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Khefti Al Mawalia





