Munculnya Kecerdasan Buatan (AI) telah menampilkan dirinya sebagai teknologi disruptif yang mampu mengubah berbagai aspek kehidupan manusia secara mendasar. Kecerdasan Buatan (AI) telah mencapai kemajuan penting di berbagai bidang, termasuk perawatan kesehatan, keuangan, transportasi, dan komunikasi, melalui pengembangan sistem otomatis dan algoritma pembelajaran mesin. Namun, integrasi AI yang cepat ke dalam masyarakat menimbulkan berbagai dampak sosial yang memerlukan pertimbangan yang cermat. Maka dari itu, studi ini mengeksplorasi potensi manfaat dan tantangan yang terkait dengan integrasi AI, termasuk pergeseran ekonomi, masalah etika, dan masa depan dunia kerja.‹
Konsep yang muncul dalam interaksi masyarakat-keuangan akhir-akhir ini adalah kecerdasan buatan (AI). Hal ini berkaitan dengan gagasan bahwa perilaku cerdas dari sistem komputer diharapkan mampu memcah permasalahan yang kompleks. Kecerdasan buatan memiliki kapasitas untuk membuat penilaian dan memecahkan masalah kompleks dalam berbagai konteks sosial tanpa memerlukan interaksi manusia. Di banyak bidang interaksi keuangan masyarakat, AI mampu membuat pilihan dan menyelesaikan masalah yang menantang tanpa bantuan manusia. Hal ini telah mendorong perubahan masyarakat yang signifikan dalam perspektif yang mengungkap kecerdasan manusia. Ada asumsi mendasar bahwa dalam hal menunjukkan kecerdasan, manusia secara hierarki lebih unggul dibandingkan spesies kehidupan lainnya.
Hubungan antara keuangan dan masyarakat merupakan hubungan yang kompleks dan saling berkaitan. Keuangan mempengaruhi struktur masyarakat, pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, dan distribusi pendapatan. Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi alat yang berharga di sektor perbankan, memungkinkan organisasi untuk mengotomatisasi operasi penting seperti manajemen risiko dan pencegahan penipuan. Selain itu, kecerdasan buatan telah memungkinkan munculnya fungsi-fungsi inovatif seperti chatbots dan sistem rekomendasi cerdas, yang memiliki nilai signifikan bagi operasional perbankan ritel.
Sebaliknya, faktor sosial membentuk sistem keuangan melalui peraturan, sentimen publik, dan tuntutan sosial. Menyadari adanya keterkaitan antara keuangan dan masyarakat sangat penting untuk mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Dengan memelihara sistem keuangan yang selaras dengan tujuan dan nilai-nilai masyarakat, kita dapat memanfaatkan keuangan sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan yang adil dan kemajuan bersama. Banyak pemerintahan saat ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi tenaga kerja mereka di semua tingkat hierarki. Berbagai pemerintahan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan optimalisasi anggaran dan prosedur alokasi dana.
Ada banyak contoh di mana manfaat kecerdasan buatan dirasakan oleh masyarakat. Penciptaan AI akan memberikan manfaat sosial, jika masalah yang berkaitan dengan keamanan data pribadi dan perlindungan privasi ditangani secara tepat dengan membuat kebijakan, peraturan, dan regulasi yang sesuai. Penting untuk memastikan bahwa tindakan-tindakan ini dilaksanakan secara konsisten dengan sistem tata kelola yang kuat. Saat menyusun program AI, pihak berwenang harus sangat berhati-hati untuk mematuhi standar etika. Lebih dari itu, sangat penting untuk memastikan bahwa pihak berwenang tidak menghambat kemajuan masyarakat dengan menggunakan AI dengan alsan menjaga privasi, karena seharusnya pihak berwenang ataupun pihak Lembaga keuangan wajib menjaga privasi dan memasukkan klausul tersebut dalam standart operasional procedur.
Tidak ada kebijakan AI di beberapa negara, yang mungkin menghambat pertumbuhan karena masyarakat ingin menggunakan AI namun juga mengharapkan privasi data terjamin dengan baik. Kepatuhan yang ketat terhadap kebijakan AI, yang tentu saja harus konsisten, rasional, dan dapat dilaksanakan untuk mencapai keseimbangan. Terdapat harapan yang kuat untuk meningkatkan keamanan transaksi dan akun, terutama seiring dengan meningkatnya penggunaan blockchain dan penggunaan mata crypto currency, karena tidak adanya perantara, biaya transaksi dapat dikurangi atau dihilangkan secara signifikan.
Terakhir, terdapat kekhawatiran etika seputar pengembangan dan penggunaan AI, termasuk potensi AI mengambil keputusan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan atau menyebabkan kerugian yang tidak diinginkan. Ada semakin banyak pengakuan bahwa pengembang dan peneliti AI perlu mempertimbangkan implikasi etis dari pekerjaan mereka dan mengembangkan sistem yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan. Secara keseluruhan, meskipun AI berpotensi membawa banyak perubahan positif, kita juga harus menyadari potensi dampak negatifnya terhadap masyarakat dan berupaya mengatasinya. Hal ini memerlukan kolaborasi antara pengembang teknologi, pembuat kebijakan, dan masyarakat secara keseluruhan.
Penulis: Sylva Alif Rusmita, S.E., CIFP.
Jurnal: A review and theoretical foundation for future study on how artificial intelligence is affecting the societal-financial interaction





