UNAIR NEWS – Koperasi memiliki peran penting bagi masyarakat sebagai media mendidik dan memperkuat demokrasi sebagai cita-cita bangsa. Sebagai upaya mengembangkan pengetahuan perkoperasiaan, Kelompok Studi Perkoperasian Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) mengadakan seminar pada Jumat (16/05/2025). Kegiatan itu berlangsung secara luring di Aula Cenderawasih Gedung Eks Farmasi Kampus Dharmawangsa-B dengan mengambil tema Millennial Cooperative: Shaping the future of Collaboration and Innovation.听
Nabila Putri selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa saat ini banyak generasi Z tidak mengetahui keberadaan koperasi. Ia berharap seminar itu dapat memberikan pemahaman bahwasanya koperasi bisa menjadi alternatif ekonomi yang lebih eksklusif dan inklusif.
淏anyak Gen Z yang belum memahami koperasi dan cenderung menganggap remeh peran koperasi. Karena itu, seminar ini ada untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada peserta yang merupakan generasi Z, ujar Nabila.
Tips Membangun Koperasi
Atik Purmiyati SE M Si Ph D selaku pembina KOPSI FEB UNAIR menyampaikan bahwa koperasi merupakan badan usaha yang memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota dan tidak semata-mata untuk menghasilkan profit. Namun, koperasi saat ini kurang diminati generasi muda. Hal itu berdasarkan survei oleh Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI) yang menyatakan dari 100 anggota koperasi hanya 6 anggota yang berasal dari generasi Z. Oleh karena itu, koperasi harus melakukan rebranding, melakukan inovasi, dan membangun budaya yang relevan.
Koperasi harus menjadi badan usaha yang memahami kebutuhan yang ada. 淯saha koperasi harus dimulai dari memahami kebutuhan yang ada. Mahasiswa perlu mengembangkan potensinya, misalnya saat momen wisuda, pengurus koperasi yang memiliki keterampilan merangkai bunga bisa membuka jasa merangkai buket, ujarnya.
Menurutnya, koperasi harus melakukan rebranding dan ruang bertumbuh bagi anggotanya. Koperasi dapat melakukan pendekatan interaktif dan kreatif untuk memperkenalkan koperasi kepada generasi Z. Koperasi juga dapat menjadi ruang bertumbuh bagi anggota dengan melakukan penyelenggaraan kegiatan seperti workshop keterampilan dan pelatihan kewirausahaan yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan anggota.
Pengembangan Koperasi melalui Pemberdayaan
Sementara itu, Dr H Asep Mulyana S E M C E, selaku Dosen Manajemen FEB Universitas Padjadjaran. Ia menyampaikan pengembangan koperasi dapat dilakukan dengan membangun rumah produksi bersama.听
“Koperasi dapat berperan sebagai fasilitator yang menjadi rumah produksi bagi anggotanya. Contohnya seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT), koperasi mendirikan rumah potong hewan untuk mendukung peternak lokal. Selain itu, konsep rumah produksi bersama juga diterapkan di berbagai daerah. Seperti, di Garut, yang berfungsi untuk menjamin kuantitas dan kualitas bahan baku produksi. Dengan demikian, koperasi dapat membantu anggotanya bersaing dalam pasar yang kompetitif, ujar Asep.
Nama: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Khefti Al Mawalia





