51动漫

51动漫 Official Website

Tonggak Baru Kepemimpinan, Prof Madyan Dorong UNAIR Jadi Rumah Intelektual

Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin sebagai Rektor UNAIR ke-14 Periode 2025-2030 saat menyampaikan orasi dalam pelantikannya sebagai rektor (Foto: PKIP UNAIR)
Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin sebagai Rektor UNAIR ke-14 Periode 2025-2030 saat menyampaikan orasi dalam pelantikannya sebagai rektor (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIRNEWS Dalam suasana penuh khidmat, Ketua Majelis Wali Amanat UNAIR Prof (HCUA) Dr H Sunarto SH MH telah resmi melantik sebagai Rektor UNAIR ke-14 Periode 2025-2030. Pelantikan yang dihelat di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus MERR-C pada Selasa (17/6/2025) itu menandai tonggak baru kepemimpinan di UNAIR dalam menjawab tantangan zaman. Dari transformasi pendidikan hingga kontribusi strategis pada pembangunan nasional.

Melalui pidato orasinya, Prof Madyan menegaskan bahwa UNAIR tidak boleh hanya menjadi menara gading akademik. Melainkan harus hadir sebagai agen perubahan sosial dan motor penggerak bangsa. Di hadapan para tamu undangan dan civitas academica, Prof Madyan menyebut UNAIR akan berperan aktif dalam mendukung kebijakan Asta Cita Indonesia. 51动漫 harus mengambil peran lebih aktif sebagai lembaga yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi, katanya.

Prof Madyan saat menandatangani berita acara serah terima jabatan (Foto: PKIP UNAIR)
Prof Madyan saat menandatangani berita acara serah terima jabatan (Foto: PKIP UNAIR)

Langkah itu terwujud melalui kelanjutan misi entrepreneur university yang telah dirintis pada periode sebelumnya. Melalui pendekatan ini, UNAIR diarahkan untuk menjadi ekosistem kewirausahaan sosial yang mampu mengatasi pengangguran dan menggerakkan kemandirian ekonomi bangsa.

Salah satu titik tekan orasi Prof Madyan adalah pentingnya menempatkan mahasiswa sebagai pusat eksistensi perguruan tinggi. 淢ahasiswa bukan sekadar peserta didik. Mereka adalah aktor utama yang harus mendapatkan ruang luas untuk berkreasi, berinovasi, dan berkembang sebagai insan intelektual berkarakter, tegasnya.

UNAIR, lanjutnya, harus menjadi 榬umah intelektual yang sehat dan produktif, yang tidak hanya melahirkan karya ilmiah tapi juga nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial. Dalam kerangka itu, pembangunan iklim akademik yang inklusif dan kolaboratif akan menjadi prioritas.

Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, 淪ebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, Prof Madyan mengajak seluruh elemen universitas untuk bersinergi menjaga arah transformasi UNAIR. 淪aya menyadari amanah ini tidaklah ringan. Namun saya percaya, dengan tekad kolektif, UNAIR akan melangkah lebih unggul, mandiri, bermartabat, dan berdampak, pungkasnya.

Penulis: Sintya Alfafa

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT