UNAIR NEWS – Terkenal sebagai kampus pergerakan, UNAIR identik dengan simulasi demonstrasi dan advokasi di puncak acara United FISIP Orientation (UFO). Melalui simulasi ini, mahasiswa baru dilatih untuk menjadi warga negara yang kritis dan peka terhadap isu-isu sosial-politik yang sedang terjadi.
Mengangkat isu aktual pengesahan RUU TNI/POLRI, UFO 2024 mendorong para mahasiswa baru berani menyuarakan pendapat untuk memperjuangkan kepentingan publik. Secara keseluruhan, acara berlangsung selama dua hari di Kampus Dharmawangsa-B pada hari Kamis-Jumat (22-23/08/2024).
Manajemen Forum dan Aksi
Sebelum melakukan simulasi demonstrasi, mahasiswa baru dibekali dengan pengetahuan mengenai RUU TNI dan POLRI melalui acara Analisis Sosial. Selain itu, mereka juga mendapat pemahaman tentang manajemen forum dan manajemen aksi.
Manajemen forum bertujuan memberi mahasiswa baru teknik-teknik perumusan tuntutan kepada pemerintah dengan cara yang efektif. Dengan tuntutan yang efektif maka akan mendorong terciptanya kebijakan yang inklusif dan adil bagi seluruh elemen masyarakat.
Sedangkan, manajemen aksi penting untuk menumbuhkan pemahaman serta pandangan maba terkait pelaksanaan aksi, baik secara teknis maupun non-teknis. Maba akan belajar mulai dari tahapan perencanaan aksi, pemilihan metode aksi, hingga hukum dan regulasi terkait pelaksanaan demonstrasi.
Kemudian, pada tahap audiensi, mahasiswa baru akan merasakan pengalaman riil berhadapan dengan Timdis yang berperan sebagai perwakilan pemerintah. Hal ini memungkinkan maba untuk melatih kemampuan negosiasi, persuasi, dan menyampaikan aspirasi.
Timdis sebagai pihak pro menilai RUU TNI/POLRI justru memperkuat koordinasi dan sinergi antara TNI dan POLRI dalam menjaga keamanan nasional. Di sisi lain, mahasiswa baru sebagai pihak kontra menganggap RUU TNI/POLRI berpotensi memicu kebangkitan militerisme, penyalahgunaan kekuasaan, serta pelanggaran hak asasi manusia. Di sini lah terjadi perdebatan sengit hingga meletusnya aksi turun ke jalan.
Mifda, salah satu mahasiswa baru FISIP UNAIR menyebut simulasi aksi demonstrasi ini memberinya pengalaman berharga. “Aku jadi tahu bagaimana cara menyuarakan pendapat dan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Lebih paham bagaimana proses demokrasi dan pentingnya partisipasi aktif sebagai warga negara,” ungkap Mifda.
Aksi Demonstrasi
Simulasi aksi demonstrasi diadakan dengan rute mengelilingi bagian dalam Kampus Dharmawangsa-B. Para mahasiswa membawa spanduk, poster perjuangan, orasi akar rumput, hingga nyanyian buruh tani sebagai simbol perlawanan.
Dalam simulasi, para mahasiswa baru turut membawa tuntutan yang difokuskan pada penolakan terhadap RUU TNI/POLRI, mencerminkan keprihatinan terhadap dampak negatif dari kebijakan tersebut terhadap rakyat sipil.
Simulasi aksi demonstrasi dan advokasi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mencapai masyarakat yang adil dan demokratis adalah perjuangan yang panjang. Semangat ini mencerminkan komitmen FISIP UNAIR dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademis dan juga berjiwa sosial tinggi.
Penulis: Diana Febrian Dika
Editor: Edwin Fatahuddin





