Tumbuhan obat telah banyak digunakan untuk pengobatan alternatif pada beberapa penyakit. Ruta angustifolia Pers. telah digunakan secara tradisional pada penyakit kuning atau gangguan hati. Pengujian ekstrak etanol R. angustifolia terbukti aktif sebagai antivirus hepatitis C pada kultur sel virus. Hasil penelitian terkait hal tersebut telah dilaporkan adanya hasil yang mengembirakan yaitu adanya hambatan ekstrak inggu terhadap pertumbuhan virus. Ekstrak ini juga menunjukkan pengambatan beberapa protein virus yang diperlukan untuk perkembangbiakan virus.
Hal ini mendorong untuk mengembangkan lebih lanjut ekstrak inggu menjadi produk yang aman dan berkhasiat. Untuk itu dilakukan evaluasi keamanan dengan uji toksisitas akut, yaitu dengan pemberian sediaan uji dengan dosis sekali sehari dan dosis berulang selama 28 hari pada hewan coba tikus. Uji toksisitas dilakukan dengan pemberian dosis tunggal sehari ekstrak etanol 70% daun inggu (dosis 5, 50, 300, dan 2000 mg/kg BB) dan dosis berulang selama 28 hari dengan dosis 50, 500, dan 1000 mg/kg BB setiap hari selama 28 hari.
Hasil pengujian tidak menunjukkan tanda-tanda toksisitas atau kematian hingga 14 hari percobaan, nilai LD50 ekstrak diperkirakan lebih tinggi dari 2000 mg/kg BB. Tidak ada efek mortalitas dan toksisitas, termasuk perubahan perilaku, berat badan, hematologi, dan biokimia pada dosis 50 dan 500 mg/kg BB. Namun, perubahan terlihat pada testis dari semua dosis dan hati tikus jantan yang diberi perlakuan 1000 mg/kg BB. Uji histopatologi teramati adanya sel kupffer, dilatasi sinusoidal, dan infiltrasi limfosit pada vena portal di hati dengan dosis 1000 mg/kg BB. Hal ini menunjukkan perlu adanya kehati-hatian pada pengunaan dosis tinggi.
Penulis: Tutik Sri Wahyuni, S.Si., Apt., M.Si., Ph.D
Judul Artikel Ilmiah: Acute and repeated dose 28-day oral toxicity of Ruta angustifolia Pers. leaves ethanolic extract in Wistar rats
Link Artikel:





