UNAIR NEWS Empat tim delegasi UKM Penalaran raih empat nominasibest speaker dalam acara ICOSDEL MALINDO 2018 (International Conference on Student Development and Leadership Malaysia揑ndonesia) pertengahan Juli (16/7). Itu merupakan kegiatan buah kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya antara 51动漫 dan UiTM (Universiti Teknologi MARA).
Farid, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran, menjelaskan bahwa keikutsertaan UKM Penalaran merupakan undangan oleh Direktorat Kemahasiswaan UNAIR. Yakni, sebagai delegasi peserta konferensi Internasional bersama BEM UNAIR dan Duta UNAIR.
滽ami mengirimkan sebelas tim delegasi dengan paper hasil penelitian masing-masing. Tentu sebelum itu dari UKM Penalaran melakukan beberapa pendampingan, kata Farid.
Persiapannya sekitar tiga minggu dengan melibatkan alumni. Mulai, proses awal, judul, hingga latihan presentasi. Dari persiapan dan bimbingan alumni tersebut, empat tim delegasi yang diketuai Shulkhiatus S; M. Wahyu Syafi檜l; Hilmi Putra Pradana; dan Rizma Nur Hidayah mendapatkan nominasi best speaker.
Rizma, salah seorang ketua tim, mengaku kali pertama mengikuti konferensi. Walau pengalaman pertama, dia melakukan persiapan dengan baik. Rizma membaca paper 23 kali untuk lebih paham dan latihan presentasi bersama UKM Penalaran.
Kebiasaanya tampil di depan orang membuat kegugupannya sedikit hilang. Apalagi, urutan presentasinya pertama. Itu cukup membuatnya gugup.
漇aya tidak gugup dan mencoba tenang. Namun, ketika tahu saya presentasi urutan pertama, rasa gugup muncul. Apalagi, ketika error pada pointer, saya sedikit takut. Saya ambil napas panjang untuk menghilangkan itu semua dan percaya bahwa pasti bisa, ungkapnya.
Dari pengalaman tersebut, Rizma mengaku perlu memperbaiki public speaking agar penjelasannya lebih tertata dan minim kesalahan saat presentasi. Rasa senang juga dirasakan para delegasi. Sebab, mereka dapat bertemu dengan mahasiswa Malaysia.
Para delegasi bisa belajar banyak dari mereka. Termasuk mengetahui budaya masing-masing. Ternyata kebiasaan serta cara berpakaian memang sedikit berbeda.
Pertemuan delegasi penalaran dengan delegasi UiTM dari Malaysia diharapkan dapat menjadi bahan meningkatkan kemampuan masing-masing. Khususnya soal pengalaman serta menjadi bahan evaluasi selanjutnya.
Pengalaman dan raihan UKM Penalaran sebagai best speaker tersebut juga diharapkan mengantar mahasiswa UNAIR meraih prestasi yang lebih. Baik di kancah nasional maupun internasional. Lebih tepatnya mendukung sekaligus media batu loncatan untuk mengantarkan UNAIR menuju posisi 500 universitas terbaik dunia. (*)
Penulis: Hilmi Putra Pradana
Editor: Feri Fenoria Rifa檌





