UNAIR NEWS – Pengabdian masyarakat merupakan satu dari tiga pilar tri dharma perguruan tinggi yang wajib dilakukan oleh civitas academica. Salah satunya, baru-baru ini turut diwujudkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) 51 yang bertajuk UKMKI Goes to Village. Bertempat di Desa Panglungan, Kabupaten Jombang, kegiatan itu berlangsung selama 5 hari pada 1 – 5 Juli 2024.
UѰ Goes to Village merupakan program kerja dari departemen pelayanan sosial yang bertujuan untuk melebarkan sayap kebermanfaatan dalam ruang lingkup yang lebih luas, ujar Muhammad Farhad Faris sebagai wakil ketua pelaksana kegiatan ini. Ia juga menambahkan bahwa kelompoknya punya 6 fokus bidang dalam mewujudkan kebermanfaatan di Desa Panglungan. Yaitu, bidang lingkungan, sosial, agama, kesehatan, , pendidikan.
Upayakan Pengembangan Petai di Desa Panglungan
Salah satu yang menarik dari pengabdian masyarakat adalah antusiasme mereka untuk menjadikan Desa Panglungan sebagai ikon petai. Menurut Farhad, Desa Panglungan memiliki potensi besar terhadap petai namun pemanfaatannya belum mereka lakukan secara optimal.
Berdasarkan hal tersebut, kepala desa ingin Desa Panglungan menjadi desa dengan ikon petai. Lalu kami berusaha mewujudkannya dengan melakukan sosialisasi kepada warga terkait hal ini, paparnya.
Selain melakukan sosialisasi, UKMKI turut mengajak warga Desa Panglungan untuk melakukan penanaman bibit petai di Bukit Matahari. Mereka juga mengajarkan ibu-ibu setempat untuk membuat produk olahan berbahan dasar petai berupa stik. Ibu-ibu ini diajarkan pula cara untuk mengemas produk agar memiliki nilai jual yang tinggi.

Tantangan dan Harapan ke Depan
Selain berupaya mengembangakan komoditas petai di Desa Panglungan, UKMKI menggelar beberapa kegiatan lain bersama warga lokal. Misalnya medical check up untuk lansia, beauty class yang bekerja sama dengan Viva Cosmetic, dll. Dari semua kegiatan yang telah merreka lakukan tentu tidak terlepas dari tantangan dan hambatan.
Salah satunya adalah kendala jaringan internet yang ada di Desa Panglungan. Hal ini menghambat kami dalam berkoordinasi satu sama lain. Untuk mengatasi kendala jaringan tersebut, kami menggunakan handy talky (HT), ujar Farhad. Namun dari kendala yang ada, Farhad turut menambahkan bahwa kegiatan ini sukses digelar, dinilai dari antusias yang tinggi dari warga setempat.
Farhad berharap program kerja yang mereka lakukan di Desa Panglungan menjadi katalis dalam meningkatkan kesejahteraan warga setempat. UѰ tentu berharap semoga seluruh program yang kami laksanakan manfaatnya dapat terasa secara menyeluruh bagi masyarakat Desa Panglungan, pungkasnya.
Penulis: Afifah Alfina
Editor: Khefti Al Mawalia





