UNAIR NEWS – Pemilihan kepala desa merupakan bagian dari hak memilih yang dimiliki oleh masyarakat desa. Seiring berkembangnya zaman, sistem pemilihan di menggunakan sistem digital seperti e-vote. Mahasiswa UNAIR beranggotakan Ghisella Asy Sifa (), Aqil Azmi Reswara (FST), Doni Muhammad Fauzi (FST), dan Dhiny Faiz Zulfa () berhasil lolos pendanaan PKM-RSH.
Bersama Dr M Fariz Fadillah Mardianto SSi MSi selaku dosen program studi statistika berfokus membahas tingkat sentimen warga terhadap keberlangsungan pemilihan kepala desa. Ghisella Asy Sifa yang akrab dipanggil Ella mengungkapkan bahwa penelitian ini dilakukan di Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Pelaksanaan E-Vote
Ella menjelaskan bahwa pelaksanaan e-vote pada lingkup pemilihan kepala desa sudah dilaksanakan sejak tahun 2018. Penerapan e-vote merupakan bagian dari inovasi teknologi, khususnya dalam lingkup politik. Ia menambahkan bahwa berlangsungnya e-vote memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
淪alah satu faktor kekurangan untuk menilai e-vote yakni tingkat sentimen warga, karena biasanya warga akan berpecah menjadi beberapa kubu ketika sebelum diadakan pemilihan untuk menguntungkan kandidat para calon kepala desa, ungkapnya.
Ella mengatakan bahwa selama penelitian, ia dan tim bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah. Kerja sama ini dilakukan untuk mengetahui statistik dari antusias dan partisipasi warga terhadap pemilihan kepala desa. 淜ami sempat bertanya kepada Bakesbangpol Jawa Timur, Bakesbangpol Sidoarjo, kantor Kecamatan Waru, dan perangkat Desa Kepuhkiriman, tuturnya.
Komunikasi dengan Warga
Ella menyebutkan bahwa salah satu hambatan ketika survey di Desa Kepuhkiriman yakni komunikasi dengan warga setempat. Beberapa warga Desa Kepuhkiriman masih belum paham mengenai teknis penggunaan e-vote ketika pemilihan kepala desa. Ia menambahkan bahwa selain komunikasi secara langsung, ia dan tim membuat kuesioner agar menghasilkan variabel yang tepat.
淭arget dari variabel tim kami yakni untuk menentukan tingkat sentimen warga terhadap sebelum dan ketika pemilihan kepala desa. Ketika di Desa Kepuhkiriman, kita juga membuat konten sebagai bentuk dokumentasi, salah satu kendalanya yakni peralatan yang kurang memadai, ucapnya.
Ella mengungkapkan bahwa untuk mempersiapkan penelitian ini dimulai dari Maret 2023. Persiapan yang cukup panjang, membuat ia dan tim memiliki waktu untuk memperdalam permasalahan mengenai tingkat sentimen pemilihan kepala desa.
淗asil dari penelitian ini, nantinya akan dibuat dalam bentuk statistik untuk menentukan indikator keberhasilan penelitian kami. Kedepannya kami juga ingin mengembangkan penelitian ini, sehingga penggunaan e-vote dapat dilaksanakan secara optimal,漰ungkasnya.
Penulis : M. Akmal Syawal
Editor : Khefti Al Mawalia





