UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) mengukuhkan perannya dalam peta jalan pendidikan tinggi ASEAN. Peran itu UNAIR tunjukkan melalui partisipasi dan kontribusi aktif dalam Programme for Leadership in University Management (PLUM) 2025. Program tersebut terselenggara oleh National University of Singapore (NUS) pada Selasa-Kamis (18-20/11/2025).
Bertema The Evolving University Ecosystem, forum bergengsi ini menjadi wadah bagi rektor dan pimpinan universitas se-ASEAN untuk merumuskan strategi adaptif terhadap disrupsi teknologi. Terutama Artificial Intelligence (AI) secara global, dan memastikan Pendidikan Berkualitas (SDG 4) di masa depan. Delegasi UNAIR yang turut aktif dalam diskusi dan menyampaikan paparan adalah Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Prof Dr Ardianto SE MSi Ak CMA CA; Sekretaris Universitas Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt; dan Wakil Direktur Tofan Agung Eka Prasetya PhD.
AI dalam Pembelajaran: Fokus pada Pedagogi dan Keterampilan Manusia
Selama tiga hari kegiatan, delegasi UNAIR turut berdiskusi aktif dengan para pemimpin universitas ASEAN lainnya. Mereka menyampaikan pandangan strategis UNAIR mengenai masa depan pendidikan tinggi dan teknologi. Dalam sesi AI in Teaching, Learning & Research, delegasi UNAIR menyampaikan pandangan bahwa integrasi Generative AI (GenAI) harus dilihat sebagai pergeseran mendasar dalam pedagogi. Bukan sekadar instalasi perangkat lunak.

Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt berpendapat bahwa UNAIR memandang GenAI sebagai alat yang harus dimanfaatkan untuk mengembangkan human skills yang semakin penting. Seperti etika, penilaian kritis, dan kemampuan interaksi, yang tidak dapat tergantikan oleh mesin. 淧andangan UNAIR mendukung strategi X + AI, transformasi mendalam pada disiplin ilmu itu sendiri, serta mendorong penggunaan model Large Language Models (LLMs) untuk simulasi pembelajaran yang realistis. Misalnya dalam bidang kesehatan terkait SDG 3, guna meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa, ujarnya.
Mendorong Tata Kelola AI yang Bertanggung Jawab di Universitas
Pada sesi mendalam tentang AI Governance dan Anticipatory Leadership, delegasi UNAIR menyuarakan pentingnya peran universitas di ASEAN dalam merumuskan kerangka etika AI yang kontekstual, inklusif, dan tata kelola AI yang bertanggung jawab (terkait SDG 16). Prof Dr Ardianto SE MSi Ak CMA CA secara spesifik menyampaikan bahwa penting bagi universitas mengantisipasi masa depan dengan melakukan tata kelola AI berbasis ethics dan penguatan data dan resources, dalam era perubahan ekosistem.
Universitas sangat mendukung implementasi prinsip-prinsip dari ASEAN Guide on AI Governance and Ethics, yang berlandaskan pada transparansi, keadilan, dan keamanan. Selain itu, UNAIR turut berdiskusi mengenai peluang riset AI yang relevan untuk kawasan. Seperti analisis risiko kredit bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memiliki data terbatas (Thin-File Credit Risk). 淧andangan ini menunjukkan komitmen UNAIR untuk memastikan riset AI tidak hanya inovatif secara teknologi. Tetapi juga memberikan solusi yang adil dan berdampak ekonomi positif bagi masyarakat, terangnya.
Visi Kampus Siap Masa Depan dan Keberlanjutan
Dalam diskusi meja bundar mengenai Future-Ready Campus dan Infrastruktur Teknologi, Tofan Agung Eka Prasetya PhD menyampaikan pandangan tentang perlunya arsitektur data yang kokoh dan sumber daya komputasi yang memadai. Dengan tujuan untuk mendukung riset berbasis AI.
淯NAIR menekankan pentingnya perencanaan kampus yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga berkelanjutan terkait SDG 11 dan SDG 13, tutur Tofan.
Delegasi UNAIR juga turut berpartisipasi dalam simulasi strategis mengenai Future Governance of Neurotechnology. Sebuah sesi yang menguji kemampuan para pemimpin untuk mengantisipasi implikasi etika dan sosial dari teknologi yang paling mutakhir. Partisipasi aktif ketiga delegasi UNAIR di PLUM 2025 menegaskan komitmen untuk memajukan kepemimpinan strategis, kolaborasi/kemitraan (SDG 17) dalam tata kelola teknologi yang etis. Selain itu, juga memastikan kesiapan institusional untuk mengintegrasikan AI demi menciptakan pendidikan tinggi yang relevan dan berdaya saing global.
Penulis: AGE UNAIR
Editor: Yulia Rohmawati





