UNAIR NEWS“ 51¶¯Âþ (UNAIR) terus menunjukkan komitmennya terhadap penguatan pendidikan tinggi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Education for Sustainable Development (ESD), UNAIR menginisiasi kolaborasi antara tiga fakultas: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Diskusi kelompok ini terbagi ke dalam tiga fokus utama yang mencerminkan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Masing-masing fakultas memaparkan hasil diskusi sesuai dengan pengalaman akademiknya.
Integrasi Etika dan Tanggung Jawab Sosial
Pemaparan pertama oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang membahas dimensi Pendidikan. Dalam presentasinya, Nurul Khaira SE MSi. menegaskan bahwa kurikulum FEB telah mengintegrasikan prinsip etika dan keberlanjutan. Implementasinya melalui mata kuliah seperti Business Ethics, Corporate Governance, Islamic Economics, serta Sustainability Business Practices and Reporting.
FEB juga menerapkan metode pengajaran berbasis studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, peran bermain (role-play), serta menghadirkan dosen tamu dari kalangan praktisi. Salah satu contoh penerapannya adalah pada mata kuliah Performance Management. Mata kuliah tersebut menugaskan mahasiswa merancang Balanced Scorecard untuk organisasi nyata. Rancangan penilaian mahasiswa hadir untuk menilai kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan yang bertanggung jawab, serta nilai integritas dan kolaborasi.
Penyusunan penilaian akademik juga memperhatikan aspek etika. Misalnya melalui penggunaan Turnitin untuk mencegah plagiarisme, kode etik akademik yang ketat, dan penilaian kolektif melalui evaluasi rekan sejawat. Selain itu, implementasi sistem pembelajaran HEBAT (Hybrid Education Based on Technology) membantu mengurangi penggunaan kertas dan energi, selaras dengan nilai keberlanjutan.
Pengelolaan DAS Brantas Berbasis Kolaborasi
Kelompok kedua dipimpin oleh FST dengan fokus pada aspek penelitian. Dwi Ratri Mitha Isnadina ST MT mempresentasikan program riset berkelanjutan tentang pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang telah dijalankan sejak tahun 2021. Riset ini dipelopori oleh Program Studi Teknik Lingkungan dan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan mitra internasional.
Beberapa hasil nyata dari riset ini meliputi publikasi bersama, pengembangan kerangka kerja komunitas berkelanjutan, serta penyusunan roadmap pengelolaan DAS Brantas. Salah satu inisiatif penting adalah penanaman pohon asli di kawasan mata air Sumber Brantas sebagai bentuk restorasi ekosistem. Pendekatan yang berlaku mencerminkan prinsip ecopedagogy, di mana riset tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat dan lingkungan.
Pemberdayaan Kelompok Rentan
Kelompok ketiga, dari FISIP yang memfokuskan pada pengabdian masyarakat. Prof Dr Emy Susanti Dra MA dari Pusat Studi Gender dan Inklusi Sosial (PSGIA) menjelaskan berbagai inisiatif yang telah berlangsung. Ia menjelaskan secara khusus dalam mendampingi kelompok perempuan dan remaja penyintas kekerasan. Kegiatan ini mencakup pelatihan tentang pelestarian lingkungan, kesehatan reproduksi, dan peningkatan kapasitas kelompok rentan.
Program-program tersebut berjalan melalui pendekatan berbasis komunitas dan riset. Program ini juga bekerja sama dengan beberapa mitra strategis. Antara lain, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Dinas PPPA Jawa Timur, organisasi keagamaan (Fatayat NU dan Aisyiyah), dan sejumlah LSM nasional maupun internasional. Selain itu, FISIP juga menjalin kerja sama dengan institusi luar negeri seperti Aston University dan British Council, dalam pengembangan program berbasis inklusi dan pemberdayaan.
Program PSGIA UNAIR tidak hanya menjangkau level lokal dan regional, tetapi juga aktif di tingkat nasional. Melalui asosiasi pusat studi gender di berbagai perguruan tinggi Indonesia, di mana UNAIR sebagai ketua pada periode 2016“2024. Kegiatan ini menjadi contoh nyata dari keterlibatan akademik dapat memberikan kontribusi langsung pada transformasi sosial.
Kegiatan ini menjadi refleksi penting atas praktik-praktik pendidikan bertanggung jawab yang telah berlangsung di lingkungan UNAIR. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen UNAIR sebagai anggota PRME Chapter ASEAN+, memperkuat peran universitas dalam mencetak pemimpin masa depan yang memiliki orientasi etis dan keberlanjutan.
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





