51动漫

51动漫 Official Website

UNAIR Targetkan Juara II di PIMNAS 2018

WAKIL Rektor I UNAIR Prof. dr., Djoko Santoso, Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM., (tengah) saat memberikan sambutan dalam pembukaan monitoring evaluasi pada Rabu (18/7) di Aula Kahuripan 300, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR. (Foto: Binti Q. Masruroh)
WAKIL Rektor I UNAIR Prof. dr., Djoko Santoso, Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM., (tengah) saat memberikan sambutan dalam pembukaan monitoring evaluasi pada Rabu (18/7) di Aula Kahuripan 300, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR. (Foto: Binti Q. Masruroh)

UNAIR NEWS Selama tiga hari ke depan, 51动漫 (UNAIR) menjadi tuan rumah monitoring evaluasi (monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018. Pembukaan monev berlangsung pada Rabu (18/7) di Aula Kahuripan 300, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR.

Monev itu diikuti Sembilan perguruan tinggi di sekitar Surabaya, Sidoarjo, dan Madura. Di antaranya, Politeknik Negeri Madura, STKIP Negeri Bangkalan, STKIP PGRI Sidoarjo, Universitas Islam Madura, Universitas Trunojoyo, Universitas Wiraraja, Universitas Madura, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan UNAIR.

Ada sejumlah 134 judul makalah PKM yang akan dipresentasikan mahasiswa dari Sembilan perguruan tinggi itu. Sebanyak 110 makalah berasal dari mahasiswa UNAIR, sedangkan 24 sisanya dari perguruan tinggi yang lain.

Monev tersebut merupakan langkah akhir sebelum diputuskan tim yang akan lolos mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Perlu diketahui, PIMNAS bakal dilaksanakan pada 27 Agustus hingga 2 September di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ada empat reviewer dari Direktorat Pembelajaran Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Belmawa Ristekdikti) yang akan me-review ke-134 judul makalah PKM. Keempat reviewer berasal dari Universitas Udayana, Institus Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan Universitas Negeri Jakarta.

Mengenai monev itu, Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M.Hadi Shubhan, SH., MH., CN., menarget, UNAIR mampu meraih juara II PIMNAS 2018. Sementara itu, dari monev tersebut, dia berharap setidaknya ada 24 tim UNAIR yang lolos PIMNAS. Dari yang tahun 2017 lalu hanya berjumlah 15 judul PKM lolos. Mengenai kuota lolos PIMNAS, dosen hukum perburuhan Fakultas Hukum (FH) UNAIR tersebut menyatakan, tidak ada kuota dari Kemristekdikti.

淯ntuk kuota tidak ada. Bergantung substansi waktu presentasi. Target kita, juara II PIMNAS. Target kita (UNAIR, Red) lolos 24 tim, ujarnya.

淪etiap kelas hanya ada satu tim. Di PIMNAS nanti, ada 24 kelas. Supaya tiap-tiap kelas ada wakilnya dari kita (UNAIR, Red), tambahnya.

Dia berharap, monev ini menjadi media memantau penelitian mahasiswa. Tujuannya, ketika lolos PIMNAS nanti, mereka sudah siap.

Di sisi lain, Wakil Rektor I UNAIR Prof. dr., Djoko Santoso, Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM dalam pembukaan monev menyatakan, PKM adalah salah satu bekal bagi mahasiswa dalam bidang kepemimpinan. Dengan keikutsertaan PKM, lanjutnya, secara otomatis mahasiswa masuk lebih dalam pada proses maturasi, pendewasaan, kompetensi.

淜alau tersisih, bukan berarti gagal, hanya tertunda. Harus memperbaiki diri, terangnya. 淢ahasiswa yang punya kreativitas tinggi tempalah dengan hal-hal seperti ini (keikutsertaan dalam PKM, Red), imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang reviewer Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta dari Universitas Udayana mengungkapkan bahwa PKM adalah salah satu program bagi mahasiswa sebagai jembatan untuk menjadi peneliti. Salah satu tujuannya, untuk menghadapi revolusi insdustri 4.0.

淪emua penelitian, kewajibannya sama, punya publikasi ilmiah. Bukan hanya publikasi, tapi menghasilkan hal lain. Ini masuk kekayaan intelektual. Sebagai generasi milenial, ini (PKM, Red) strategis sekali. Melalui PKM kalian bisa mengelaborasi keilmuan untuk bermanfaat bagi bangsa, tuturnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Feri Fenoria Rifa檌

AKSES CEPAT