UNAIR NEWS – menggelar kegiatan Sosialisasi dan Review Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025 pada Jumat (9/5/2025). Bertempat di Ruang Tarumanegara, Lantai 10 ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, acara tersebut menghadirkan dua narasumber. Antara lain Angga Erlando SE MEc Dev selaku PIC P2MW dan Dr Tri Siwi Agustina SE MSi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan UNAIR terhadap mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha berbasis inovasi dan teknologi.
Strategi Proposal
Dr Tri Siwi menyampaikan bahwa tahun ini UNAIR menargetkan pengajuan 20 proposal P2MW. Dengan harapan, setidaknya 12 proposal bisa tembus dalam pendanaan nasional. 淧er kategori itu dua jadinya. Sampai bisnis digital pun diharapkan ada. Tahun 2021 UNAIR dapat juara 1 di bisnis digital, ujarnya.

Sebelum mendaftarkan usahanya, kata Siwi, setiap tim sudah harus memiliki prototipe sebelum mendaftarkan usahanya. 淜elompok usaha minimal sudah memiliki prototipe dalam bidang rintisan, jelasnya.
Terkait anggaran, Siwi mengimbau agar mahasiswa menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan jujur dan masuk akal. 淒isarankan dalam menyusun RAB bermain aman. Tidak usah diakali karena akan dicek secara manual juga, tambahnya.
Digitalisasi dan Inovasi jadi Kunci
Sementara itu, Angga Erlando menyoroti pentingnya pendekatan digital dalam membangun bisnis. Bisnis digital bisa dikatakan sebagai proses yang dimulai dengan melibatkan rekomendasi dari pada customer yang menggunakan jasa. Tim P2MW dengan inovasi bisnis yang berkembang, terutama berbasis digital, memiliki peluang lolos seleksi yang lebih besar. 淭im yang memiliki inovasi bisnis bertumbuh punya peluang lolos yang besar, apalagi berbasis digital, bisa jadi juara utama di UNAIR, katanya.
Sebagai informasi, batas akhir pengumpulan proposal di tingkat universitas ditetapkan pada 24 Mei 2025 dan tidak ada pengunduran. Mahasiswa dari berbagai semester berhak mendaftar, tanpa batasan masa studi.
Penulis: Samudra Luhur
Editor: Yulia Rohmawati





