51动漫

51动漫 Official Website

Upaya Penyelamatan Ikan Endemik Kalimantan Timur, Betta Channoides

Ikan Betta Channoides (Sumber: Fishipedia)
Ikan Betta Channoides (Sumber: Fishipedia)

Betta channoides, salah satu spesies ikan hias endemik Kalimantan Timur, kini menghadapi ancaman kepunahan akibat eksploitasi berlebihan dan rusaknya habitat alami. Namun, harapan muncul dari hasil penelitian tim peneliti dari BRIN dan 51动漫 yang berhasil mengadaptasi dan membudidayakan ikan ini di luar habitat aslinya.

Penelitian yang dilakukan di fasilitas pembenihan ikan hias di Depok, Jawa Barat, ini membuktikan bahwa Betta channoides dapat hidup, tumbuh, dan berkembang biak secara optimal di lingkungan buatan yang dirancang menyerupai habitat aslinya攜akni perairan gambut yang asam dan berwarna cokelat tua.

Peneliti utama, Agus Priyadi dari BRIN, bersama tim lintas institusi, termasuk dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alama (FIKKIA) 51动漫, Darmawan Setia Budi, mengembangkan metode adaptasi dan domestikasi ikan ini dalam tiga tahap penting: pemilihan wadah pemeliharaan terbaik, pemberian pakan untuk pematangan gonad, dan pengamatan pemijahan.

Menariknya, akuarium kaca terbukti sebagai wadah pemeliharaan terbaik, karena mampu mengurangi tingkat stres ikan, sebagaimana ditunjukkan oleh kadar glukosa darah yang paling rendah dibanding wadah lain. Untuk mendukung pematangan seksual, larva Chironomus sp. atau cacing darah terbukti sebagai pakan yang paling efektif dalam meningkatkan berat badan dan jumlah ikan yang matang secara seksual.

Dalam uji pemijahan, rata-rata pasangan induk mampu menghasilkan sekitar 30 ekor larva per pemijahan. Tim juga mencatat bahwa ukuran tubuh induk jantan sangat berpengaruh terhadap jumlah larva yang dihasilkan, karena ikan jantan memelihara telur dalam mulutnya hingga menetas (mouthbrooder).

Larva yang dihasilkan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tinggi, mencapai 82%, dan berkembang dengan baik hingga menjadi benih. Informasi penting seperti waktu penyerapan kuning telur selama tujuh hari dan tahapan pertumbuhan larva secara eksponensial sangat berguna untuk mengatur jadwal pakan pertama dan strategi pemeliharaan lanjutan.

Keberhasilan domestikasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya konservasi ex situ Betta channoides, yang kini bisa dikembangkan dalam program restocking atau reintroduksi ke alam liar. Selain itu, studi ini juga menjadi dasar bagi pengembangan budidaya ikan hias endemik lainnya yang terancam punah. Penelitian ini membuka peluang besar bagi konservasi ikan asli Indonesia yang terancam punah. Selain itu, juga mendukung akuakultur berkelanjutan dan konservasi biodiversitas air tawar nasional.

Penelitian ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis BRIN dan 51动漫 dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati Indonesia melalui pendekatan ilmiah dan terapan.

Penulis: Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si.

(Priyadi et al., 2026)

Priyadi, A., Permana, A., Nur, B., Cindelaras, S., Murniasih, S., Ginanjar, R., Rohmy, S., Lukman, L., Said, D.S., Yamin, M., Sholichah, L., Hayuningtyas, E.P., Murdinah, M., Fopp-Bayat, D.K., Suciyono, S., Budi, D.S., 2026. Adaptation and domestication of endangered wild betta fish (Betta channoides) originating from East Kalimantan, Indonesia. Aquaculture 610, 742900. https://doi.org/10.1016/j.aquaculture.2025.742900

AKSES CEPAT