51动漫

51动漫 Official Website

Dari Rongga Mulut ke TKP, Dental Floss Simpan Jejak DNA Hingga 7 Hari

Ilustrasi Dental Floss (sumber; Alodokter)
Ilustrasi Dental Floss (sumber; Alodokter)

Setelah makan, biasanya orang-orang akan memakan alat bantu untuk membersihkan sisa-sisa makanan, salah satunya adalah dental floss atau benang gigi. Ternyata alat ini bisa menyimpan informasi genetik penting untuk mengungkap pelaku kejahatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences menunjukkan bahwa dental floss yang digunakan dan disimpan hingga tujuh hari lamanya masih bisa digunakan untuk analisis DNA forensik.

Tim peneliti lintas disiplin dari 51动漫, bersama kolaborator dari BRIN dan internasional, menemukan bahwa dental floss bekas pakai menyimpan cukup DNA untuk dilakukan pengujian menggunakan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction). Bahkan, meskipun disimpan selama seminggu, DNA masih bisa diperoleh dalam jumlah cukup untuk menghasilkan profil genetik.

淚ni temuan penting dalam dunia forensik, ungkap Beta Novia Rizky, peneliti utama dari Departemen Odontologi Forensik Fakultas Kedokteran Gigi 51动漫 yang juga merupakan mahasiswa S3 Ilmu Kedokteran, Fakultas Kedokteran 51动漫. 淒alam banyak kasus kriminal, benda sehari-hari seperti benang gigi seringkali luput dari perhatian penyidik, padahal bisa menyimpan jejak biologis pelaku.

Penelitian ini melibatkan tujuh relawan yang diminta menggunakan benang gigi setelah makan, lalu benang tersebut disimpan dalam tiga kondisi berbeda: segera setelah digunakan, disimpan 3 hari, dan disimpan 7 hari. Hasilnya, semua sampel, termasuk yang disimpan paling lama, masih menunjukkan hasil positif saat diuji untuk DNA.

Menariknya, kualitas DNA tidak menurun secara signifikan meskipun waktu penyimpanan bertambah. Bahkan, konsentrasi DNA justru meningkat pada hari ke-3 dan ke-7. Hal ini menunjukkan bahwa benang gigi mampu menyerap dan mempertahankan jejak biologis dari air liur dalam waktu yang cukup lama.

淚mplikasinya besar bagi investigasi kejahatan, lanjut Beta. 淏ayangkan jika di lokasi kejadian ditemukan dental floss di tempat sampah. Barang tersebut belum tentu milik korban, bisa jadi milik pelaku. Benda kecil itu bisa menjadi kunci pembuktian identitas pelaku.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya memperluas daftar benda sehari-hari yang layak dikaji dalam konteks forensik, seperti tusuk gigi, sikat gigi, bahkan siwak. Dengan semakin majunya teknologi analisis genetik, benda-benda sederhana bisa menjadi saksi bisu kejahatan.

Peneliti berharap temuan ini dapat dimanfaatkan oleh aparat penegak hukum dalam memperkaya metode pengumpulan bukti biologis di lapangan. 淜ami membuka pintu bagi penelitian lanjutan. Ini baru permulaan, ungkapnya.

Penulis: Prof.Dr.Ahmad Yudianto,dr.,SpFM(K),SH,M.Kes.

Dikutip dari artikel berjudul Assessing DNA Concentration and Purity on Dental Floss: Implications for Forensic DNA Profiling

Pada Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences vol.21 no.3 hal.346-351

Artikel dapat dibaca pada tautan berikut:

AKSES CEPAT