51动漫

51动漫 Official Website

Urinary Zearalenone Monitoring System serta Hubungan antaraAnti-M眉llerian Hormone dan Serum Amiloid A pada Sapi Wagyu Jepang

Foto by Kompas.com

Pakan adalah sumber nutrisi yang dibutuhkan ternak untuk bertahan hidup. Berbagai kontaminan dapat mencemari bahan pakan ternak, antara lain mikotoksin (racun yang dihasilkan oleh jamur). Zearalenone (ZEN) adalah mikotoksin yang dihasilkan oleh spesies jamur dari genus Fusarium yang dapat mengganggu fisiologi reproduksi ternak. Ini karena ZEN dan beberapa metabolitnya dapat berikatan dengan reseptor estrogen. Anti-M眉llerian Hormone (AMH) merupakan indikator hormon yang terkait dengan kesuburan terhadap beberapa spesies hewan ternak termasuk sapi. Serum amiloid A (SAA) merupakan acute phase protein yang secara klinis digunakan sebagai penanda inflamasi pada sapi perah dan sapi potong. Selain itu, SAA dilaporkan memiliki respons paling cepat terhadap infeksi. Oleh karena itu, SAA dapat digunakan sebagai penanda potensial dalam membedakan tingkat keparahan peradangan. Dalam penelitian ini, sebanyak lima ekor sapi 渨agyu jenis Japanese Black di peternakan terdeteksi kontaminasi ZEN (melebihi batas regulasi di Jepang, >1 mg/kg) terus dipantau status reproduksinya selama dua tahun. Perubahan parameter AMH dan SAA karena kontaminasi ZEN juga di observasi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur dan produksi mikotoksin antara lain musim, letak geografis, kelembaban, panen, penyimpanan dan distribusi. Oleh karena itu, langkah pertama yang penting dalam pengendalian mikotoksin, terutama di peternakan yang menggunakan pakan buatan sendiri adalah pemantauan tingkat/status kontaminasi secara teratur, bahkan ketika sapi tidak menunjukkan gejala klinis (subklinis). Pemantauan status kontaminasi dalam urine dinilai merupakan metode yang tepat dan sederhana. Berdasarkan penenlitian kami sebelumnya, pemeriksaan dua hingga tiga sampel urine sapi dalam kelompok dengan manajemen pakan yang sama sudah cukup mewakili untuk melihat gambaran status kontaminasi dari populasi.

Data monitoring jangka panjang dari peternakan dengan kontaminasi ZEN positif menunjukkan penurunan konsentrasi ZEN dalam urine dan penurunan bertahap level AMH seiring bertambahnya usia. Level AMH dipengaruhi secara signifikan oleh nilai ZEN 2 bulan sebelumnya dan AMH pada bulan sebelumnya. Perubahan nilai ZEN dan SAA sangat dipengaruhi oleh nilai ZEN dan SAA pada bulan sebelumnya. Selain itu, data interval beranak (calving interval) antara pra-pemantauan dan pasca-pemantauan menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Calving interval menjadi lebih pendek secara signifikan antara waktu kontaminasi terjadi (471.7 hari) dan akhir periode pemantauan (368 hari). Calving interval dapat dianggap sebagai indikator yang baik bagi fertilitas sapi yang berdampak pada peningkatan pendapatan peternak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) sistem pemantauan ZEN dalam urine dapat menjadi alat praktis yang berguna untuk screening dan mendeteksi kontaminasi ternak di lapangan, dan 2) kontaminasi ZEN akut dan/atau kronis dalam pakan dapat mempengaruhi produktivitas dan kesuburan sapi.

Penulis: Oky Setyo Widodo, drh., M.Si

Jurnal:

AKSES CEPAT