Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan budidaya komersial di Indonesia. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia pada tahun 2020 menunjukkan nilai ekspor ikan koi mencapai 2.775 kg dengan nominal 34.881 USD. Oleh karena itu, usaha budidaya ikan koi banyak dilakukan di Indonesia khususnya Blitar. Blitar adalah salah satu kotanya dengan produksi ikan koi terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 40 juta ikan koi per tahun. Sayangnya, kegiatan budidaya ikan koi di Blitar masih menemui kendala. Area produksi ikan koi di Blitar terserang penyakit ikan berupa parasit. Banyak penelitian melaporkan bahwa parasit yang menyerang ikan koi di Blitar dapat menyebabkan angka kematian mencapai 90%. Beberapa spesies parasit tersebut adalah Myxobolus, Argulus, Trichodina, Dactylogyrus,Gyrodactylus, dan Ichthyophthirius multifiliis.Salah satu cara untuk mencegah hal ini adalah dengan memanfaatkan profil darah ikan. Ketika ikan terinfeksi oleh parasit,mekanisme pertahanan tubuh menjadi lemah sehingga ikan menjadi stress. Tingkat stres dapat ditentukan dengan peningkatankadar glukosa darah pada ikan. Pengukuran kadar glukosa darah dapat digunakan untuk mendiagnosis ikan stres secara sederhana, efektif, dan cepat untuk berbagai stresor jika dibandingkan harus dibawa ke laboratorium. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini dilakukan untuk memastikan penggunaan profil darah untuk mengidentifikasi parasit pada ikan koi. Penelitian ini juga bertujuan untuk memperkenalkan metode pemeriksaan glukosa darah dan bagaimana profil glukosa darah pada ikan koi akibat infestasi ektoparasit.
Sampel ikan koi diambil dari Blitar, Jawa Timur. Ikan yang didapat dikirim ke Laboratorium Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar untuk pemeriksaan ektoparasit. Parameter utama yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar glukosa darah, prevalensi ektoparasit, infestasi, intensitas, dan kualitas air. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA dengan signifikansi 5% untuk mengetahui perbedaan nilai glukosa darah ikan koi pada setiap kategori derajat infestasi ektoparasit untuk mengevaluasi metode cepat. Sebelum dilakukan uji ANOVA, dilakukan uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov dan uji homogenitas dengan Levene檚 Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa parasit yang menyerang ikan koi di Blitar adalah spesies Trichodina, Dactylogyrus, Gyrodactylus, Myxobolus, Thelohanellus, Ichthyophthirius, dan Argulus. Trichodina menunjukkan prevalensi tertinggi (100%) dalam penelitian ini sedangkan Thelohanellus adalah parasite dengan intensitas tertinggi(93,8 卤 16,3). Hasil pengukuran kadar glukosa darah terhadap tingkat infestasi parasit menunjukkantidak ada perbedaan yang nyata (p>0,05) meskipun gangguan kesehatan yang disebabkan oleh parasit dalam rentang ringan, sedang, maupun berat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa profil glukosa darah dapat digunakan sebagai metode deteksi serangan parasit pada ikan yang cepat tanpa harus dibawa ke laboratorium. Penelitian ini juga menyarankan perlu adanya penelitian lanjutan terkait variabel lain seperti status gizi, life stage atau pakanharus dilakukan untuk memastikan peran lebih glukosa darah dalam mengidentifikasi parasit sebagai metode deteksi cepat ini agar bisa menanggulangi serangan parasit dan meningkatkan kelulusihidupan (survival rate) dari ikan koi.
Penulis: Putri Desi Wulan Sari, S.Pi., M.Si.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Fira, M. D., Santanumurti, M. B., Jamal, M. T., Muttaqin, A., Subekti, S., & Sari, P. D. W. (2023). Blood glucose profile as a rapid method for observing Koi carp (Cyprinus carpio) health status-case study of ectoparasites in Blitar, Indonesia. Revista Brasileira de Parasitologia Veterin谩ria, 32, e014622. https://doi.org/10.1590/S1984-29612023019





