51动漫

51动漫 Official Website

Usia Tak Halangi Lulus dengan IPK Sempurna

Diah, Wisudawan Terbaik S3 Fakultas Kedokteran Gigi(foto: dok pribadi)
Diah, Wisudawan Terbaik S3 Fakultas Kedokteran Gigi(foto: dok pribadi)

淪etiap langkah kecilmu membawamu lebih dekat kepada impian besarmu 

UNAIR NEWS – 245 51动漫 menyimpan kisah tersendiri bagi Diah. Sosok tersebut berhasil meraih predikat wisudawan terbaik jenjang Doktoral Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR. Proses studi yang lebih menantang daripada sarjana ataupun spesialis itu berhasil ia tuntaskan dengan IPK sempurna, sekaligus menjadi bukti nyata konsistensi dan kerja keras tak menghianati akhir.

Diah tak menyangka bahwa dirinya akan sukses melanjutkan pendidikan doktoral dengan raihan IPK sempurna 4.0. Pasalnya, kesempatan mengenyam strata lebih tinggi itu mulanya datang untuk memenuhi kewajiban sebagai dosen salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang.

Menginjak usia 49, Diah memulai studi saat pandemi berlangsung pada tahun 2021. Sebuah masa yang tak banyak orang ingin melanjutkan studi formal. Meski tak mudah, tetapi Diah menikmati masa perkuliahan daring sambil mengerjakan profesi dengan aktivitas yang belum terlalu padat. 淎walnya sudah tidak ada keinginan S3. Namun saya berprinsip kerjakan selagi ada kesempatan, katanya.  

Kegigihan dokter gigi spesialis periodonsia itu tercermin dalam menjalani perkuliahan S3 sembari mengajar di FKG UB. Jarak Surabaya dan Malang tak menjadi rintangan berarti. Kesibukan lain sebagai praktisi dokter gigi dan mengerjakan tugas ibu rumah tangga menambah cerita tersendiri. 淪aya seringkali mengerjakan tugas sebagai mahasiswa doktoral di tengah kesibukan. Entah itu saat yang lain sedang tidur atau sela aktivitas, ungkapnya. 

Sinar ultraviolet (UV) sering menjadi terapi bagi kulit bagian luar yang ternyata dapatmemengaruhi sel imun dari organ. Dengan keterbatasan sitasi, Diah nekat memilih sinar UV untuk diteliti lebih lanjut dalam modulasi penyembuhan jaringan periodontal khususnya gusi. Jenis gelombang UV-B dengan dosis berbeda diuji menggunakan beberapa marker. Hasilnya menunjukan hasil positif bagi perbaikan jaringan.

Dari aktivitas riset itu, Diah juga menemukan bahwa tak semua penggunaan dosis lebih besar memberikan hasil terbaik. 淒oktoral butuh effort luar biasa. Penelitian dan literatur belum banyak tereksplor jadi tantangan tersendiri, tuturnya. 

Lewat dukungan promotor dan ko-promotor FKG UNAIR serta bantuan kolega FKG UB, ia berhasil menaklukan tantangan itu. Berbagai bantuan silih berdatangan tanpa dapat terkonversi nominal rupiah. Kini hasil riset itu menjadi khazanah baru bagi keilmuan kedokteran gigi. Diah siap mewarnai dan membagikan ilmu bagi tempat mengabdikan diri. 

Nama: Azhar Burhanudin   

Editor: Yulia Rohmawati 

AKSES CEPAT