51动漫

51动漫 Official Website

Validasi Budaya dan Terjemahan Bahasa Pedoman Latihan Ilmiah SCI

IL by Yakes Telkom

The Scientific Exercise Guidelines for Adults with Spinal Cord Injury (SEG-SCI) menetapkan dosis minimum latihan yang diperlukan untuk mencapai peningkatan yang signifikan dalam kebugaran dan kesehatan kardiometabolik. Pedoman kebugaran menetapkan untuk kebugaran kardiorespirasi yaitu kemampuan sistem peredaran darah dan pernapasan untuk memasok bahan bakar selama aktivitas fisik berkelanjutan dan manfaat kekuatan otot, orang dewasa dengan cedera tulang belakang (SCI) harus melakukan setidaknya 20 menit latihan aerobik intensitas sedang hingga kuat dan latihan kekuatan dua kali seminggu. Pedoman kesehatan kardiometabolik menetapkan bahwa untuk perbaikan faktor risiko yang terkait dengan perkembangan diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular, orang dewasa dengan SCI disarankan untuk melakukan setidaknya 30 menit latihan aerobik intensitas sedang hingga kuat tiga kali seminggu.

Selama proses pengembangan pedoman, tiga panel ahli diselenggarakan dengan perwakilan dari Australia, Kanada, Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat. SEG-SCI dirumuskan setelah pertimbangan ekstensif dari basis bukti yang terdiri dari lebih dari 200 studi berbahasa Inggris. Keterbatasan dari proses ini adalah bahwa banyak wilayah geografis – seperti Asia, Afrika, Amerika Selatan, tidak terwakili dalam panel pedoman dan relatif sedikit penelitian dari wilayah ini yang dimasukkan dalam basis bukti, mungkin karena pencarian terbatas pada publikasi berbahasa Inggris. Pedoman harus relevan dengan konteks dan orang yang akan menggunakannya.

Penelitian ini melaporkan proses sistematis untuk memvalidasi budaya dan menerjemahkan SEG-SCI untuk digunakan di empat negara Asia: Indonesia, Jepang, Korea, dan Thailand. Keempat negara ini disatukan untuk proyek ini karena beberapa alasan :

  1. Jepang, Korea, dan Indonesia telah menjadi tuan rumah Asian Para Games dan Thailand menjadi tuan rumah prekursor FESPIC Games (Far East and South Pacific Games for the Disabled). Karena keterlibatan mereka dalam olahraga disabilitas, negara-negara ini sangat ingin mengembangkan inisiatif untuk memajukan kesehatan dan aktivitas fisik di negara mereka.
  2. Keempat negara tersebut memiliki perbedaan bahasa, budaya, sejarah dan agama. Jepang dan Korea terletak di Asia Timur sedangkan Indonesia dan Thailand terletak di Asia Selatan.
  3. Para ilmuwan dari negara-negara ini memiliki nota kesepahaman dengan mitra proyek yaitu Universitas Kedokteran Wakayama, yang membantu memfasilitasi proyek dan aliran sumber daya.

Tujuan pertama dari proyek ini adalah untuk memvalidasi SEG-SCI secara budaya melalui tinjauan sistematis terhadap semua penelitian yang dipublikasikan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa lokal yang dilakukan di Indonesia, Jepang, Korea, dan Thailand khususnya, penelitian yang menilai efek intervensi olahraga terhadap kebugaran dan kesehatan kardiometabolik pada orang dewasa dengan SCI. Tujuan kedua proyek ini adalah menerjemahkan SEG-SCI ke dalam bahasa Indonesia, Jepang, Korea dan Thailand. Berdasarkan tinjauan sistematis dilakukan untuk mengidentifikasi semua studi bahasa Inggris dan bahasa lokal yang diterbitkan dan dilakukan di Indonesia, Jepang, Korea, dan Thailand, menguji efek intervensi pelatihan olahraga terhadap kebugaran dan kesehatan kardiometabolik pada orang dewasa dengan SCI akut atau kronis. Protokol dan hasil dari studi terkontrol berkualitas tinggi dibandingkan dengan SEG-SCI. Proses terjemahan forward dan backward digunakan untuk menerjemahkan pedoman ke dalam bahasa Indonesia, Jepang, Korea dan Thailand.

Studi diperoleh dari beberapa sumber dan penelusuran. Pertama, ulasan asli yang digunakan untuk mengidentifikasi penelitian yang dilakukan di empat negara Asia, dan diterbitkan dalam bahasa Inggris antara 1 Januari 1980 dan 16 Januari 2016. Kedua, pencarian berbahasa Inggris dari tinjauan asli telah diperbarui di PubMed, MEDLINE, PsychINFO, SPORTDiscus, EMBASE, dan CINAHL untuk mengidentifikasi studi relevan yang dilakukan di empat negara, dan diterbitkan dalam bahasa Inggris antara 1 Januari 2016 dan 30 Desember 2019. Ketiga, di setiap negara database lokal dicari untuk mengidentifikasi studi relevan yang dilakukan di negara tersebut dan dipublikasikan dalam bahasa lokal antara 1 Januari 1980 dan 31 Desember 2019. Database yang dicari di setiap negara adalah:

  • Indonesia: Google Cendekia scholar.google.co.id dan Garuda garuda.ristekdikti.go.id;
  • Japan: Japan Medical Abstracts Society and CiNii
  • Korea: Research Information Service System (RISS), Korean studies Information Service System (KISS), and DataBase Periodical Information Academic (DBpia);
  • Thailand: Thai-Journal Citation Index (TCI).

Hasil studi tersebut yaitu lima belas studi memenuhi kriteria tinjauan. Setidaknya satu dari studi masing-masing negara menerapkan rekomendasi olahraga yang memenuhi atau melampaui SEG-SCI. Terdapat dua studi yang termasuk studi terkontrol. Dalam dua studi tersebut menunjukkan kontrol peserta dalam kondisi olahraga mencapai peningkatan yang signifikan dalam kebugaran atau hasil kesehatan kardiometabolik ketika protokol intervensi olahraga memenuhi atau melampaui SEG-SCI. Selama proses penerjemahan bahasa, pengguna akhir mengkonfirmasi bahwa bahasa dan terminologi SEG-SCI sudah jelas. Sehingga, kesimpulannya adalah peneliti klinis di Indonesia, Jepang, Korea, dan Thailand telah menerapkan protokol latihan yang memenuhi atau melampaui SEG-SCI. Hasil studi berkualitas tinggi selaras dengan rekomendasi SEG-SCI. Berdasarkan bukti ini, kami merekomendasikan agar SEG-SCI diadopsi di negara-negara tersebut. Validasi budaya dan terjemahan SEG-SCI merupakan langkah penting untuk menetapkan resep latihan SCI yang konsisten dalam pengaturan penelitian, klinis, dan komunitas di seluruh dunia.

Penulis: dr. Martha Kurnia Kusumawardani, Sp.KFR(K)

Mikami, Y., Tinduh, D., Lee, K., Chotiyarnwong, C., van der Scheer, J. W., Jung, K. S., … & Martin Ginis, K. A. (2022). Cultural validation and language translation of the scientific SCI exercise guidelines for use in Indonesia, Japan, Korea, and Thailand. The Journal of Spinal Cord Medicine45(6), 821-832.

AKSES CEPAT