Morfologi kaki merupakan salah satu faktor intrinsik yang berperan penting dalam performa atlet. Kelainan morfologi kaki dapat mempengaruhi biomekanika kaki, menurunkan performa motorik, serta meningkatkan resiko cedera. Flatfoot merupakan kelainan morfologi kaki yang ditandai dengan pendataran atau menghilangnya lengkung longitudinal medial telapak kaki. Deformitas dari arkus kaki harus diidentifikasi sedini dan seakurat mungkin untuk menentukan tatalaksana yang tepat. Untuk mengetahui struktur arkus, dilakukan pemeriksaan standar radiologis weight bearing untuk menentukan calcaneal inclination angle. Analisis footprint dengan sudut Clarke, Chippaux Smirak Index, dan Staheli Index merupakan alternatif analisis arkus yang lebih murah, cepat, efektif, dan mudah dilakukan.
Berangkat dari hal tersebut I Putu Juniartha, Damayanti Tinduh, Nuniek Nugraheni, I Putu Alit Pawana, Rosy Setiawati, Soenarnatalina Melaniani melakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan validitas dan reliabilitas berbagai analisis footprint dengan calcaneal inclination angle dari gambaran radiologis sebagai pemeriksaan baku standar.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cohort retrospective. Dilakukan pengambilan data rekam medis untuk mengetahui karakteristik subyek dan variabel penelitian. Dilakukan uji korelasi, penentuan cutoff point pada kurva receiver operating characteristic (ROC), serta performa diagnostik dari masing “ masing metode analisis footprint.
Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak tujuh puluh kaki atlet dari 6 cabang olahraga berbeda yang terdiri dari 34 kaki atlet laki “ laki dan 36 kaki atlet perempuan memenuhi kriteria inklusi. Seluruh variabel penelitian menunjukkan sebaran heterogen dengan distribusi normal. Uji korelasi dan intraclass correlation coefficient menunjukkan bahwa Chippaux Smirak Index dan Staheli Index valid dan reliabel dalam mendiagnosis flatfoot, sedangkan sudut Clarke tidak valid namun reliabel dalam mendiagnosis flatfoot. Area under the curve dari kurva ROC dan cut “ off point secara berurutan dari sudut Clarke adalah 0,427 (p=0,403) dan 39,32o; Chippaux Smirak Index adalah 0,446 (p=0,537) dan 33,58; serta Staheli Index adalah 0,418 (p=0,347) dan 73,59. Sensitivitas dan spesifisitas secara berurutan dari sudut Clarke adalah 26,78% dan 100%; Chippaux Smirak Index adalah 10,71% dan 100%; serta Staheli index adalah 78,57% dan 78,57%.
Salah satu simpulan penting yang didapatkan pada penelitian ini adalah analisis footprint dengan sudut Clarke tidak valid namun reliabel dalam mendiagnosis flatfoot, sedangkan Chippaux Smirak Index dan Staheli Index valid dan reliabel dalam mendiagnosis flatfoot. Staheli index juga menunjukkan performa diagnostik paling baik dibandingkan sudut Clarke dan Chippaux Smirak Index.
Penulis: I Putu Juniartha, Damayanti Tinduh, Nuniek Nugraheni, I Putu Alit Pawana, Rosy Setiawati, Soenarnatalina Melaniani
Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat di Bali Medical Journal
Berikut judul dan link artikel:
Judul : The validity and reliability of various footprint analysis in flatfoot diagnosis of competitive athletes.
Link : https://www.balimedicaljournal.org/index.php/bmj/article/view/4071





