UNAIR NEWS Program pengenalan kampus yang diperkenalkan saat ini sudah harus jauh beda dengan gaya orientasi pengenalan kampus atau Ospek yang melibatkan kekerasan fisik dan mental. Dengan kekerasan fisik dan mental, maka akan menjadi momok bagi mahasiswa baru dan orang tua.
Hal itu sesuai yang tertuang dalam himbauan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek DIKTI) melalui Keputusan Dirjen Dikti No.25/DIKTI/Kep/2014 tentang Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru.
Demikian juga yang dilaksanakan di 51动漫 PDD Banyuwangi. Pada tahun akademik 2016-2017 ini Program Diluar Domisili (PDD) UNAIR Banyuwangi menerima 175 mahasiswa baru. 淎dik baru ini telah melalui proses penerimaan dan pengkaderan yang sama dengan mahasiswa UNAIR di Surabaya dalam Program Pembinaan Kebersamaan Mahasiswa Baru (PPKMB).
Tetapi ada yang menjadi pembeda, yaitu kegiatan Viva Outer Division atau disingkat VOD, sebagai pengkaderan khusus untuk mahasiswa PDD UNAIR Banyuwangi, dilaksanakan pada Sabtu (3/09) lalu. Kegiatan ini tidak hanya untuk mengenalkan kampus dan sistem pendidikannya, tetapi juga membentuk karakter dan integritas mahasiswa.
淯NAIR tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul dalam hal akademik, tapi diharapkan juga unggul dalam hal social enforcement. Jadi, mahasiswa harus menguasai bagaimana bertata-laku yang baik sebagaimana perilaku yang sepantasnya, dan ironisnya hal demikian itu mulai luntur dikalangan pemuda, ujar Ketua Keluarga Mahasiwa PDD UNAIR Banyuwangi, Hendri Arya Fernando.
淢aka dari itulah perlunya ada pembimbingan dan pengarahan secara intensif yang diwujudkan dalam suatu kegiatan pengkaderan mahasiswa baru, khususnya di PDD UNAIR Banyuwangi, lanjut Hendri, pemuda asli 淜ota Blambangan Banyuwangi ini kepada UNAIR News. (*)
Penulis: A Zaky Multazam
Editor : Bambang Bes





