51动漫

51动漫 Official Website

Vtuber, Bagaimana Teknologi Wujudkan Fantasi menjadi Industri

Agensi Vtuber asal Jepang (sumber: Anime Corner)

YouTube, salah satu bukti perkembangan teknologi digital dalam bidang media dan hiburan. Munculnya berbagai istilah seperti youtuber tidak lagi asing bagi kita, youtuber sendiri mengacu pada seseorang atau kelompok yang membuat konten dan mempublikasikannya di YouTube. Youtuber kini tidak lagi sekadar menjadi hobi, melainkan profesi yang cukup menjanjikan dan banyak orang-orang minati. Seiring berjalannya waktu, profesi youtuber kian berkembang dan memunculkan berbagai inovasi, salah satunya adalah vtuber.

Vtuber atau Virtual Youtuber merupakan pembuat konten yang menggunakan avatar sebagai ciri khas karakter tertentu untuk berinteraksi dengan penonton. Layaknya youtuber, vtuber juga bergerak pada industri hiburan dan melakukan aktivitas seperti bermain game, bernyanyi, podcast, mengobrol, hingga mengajar. Daya tarik sekaligus pembeda vtuber dengan youtuber adalah mereka menggunakan avatar suatu karakter sebagai personanya. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih dalam berekspresi, menambah variasi konten, hingga pemenuhan hasrat fantasi bagi penonton karena mereka dapat menonton dan berinteraksi dengan karakter dalam fantasi mereka. 

Vtuber kian berkembang, terutama semenjak pandemi covid-19 pada tahun 2020. Perkembangan yang begitu pesat bahkan membuat mereka seakan menjadi suatu industri tersendiri. Salah satu pemain besar dalam industri ini adalah cover corp. dengan agensi vtuber bernama hololive. Merujuk pada situs Vtstats pata tanggal 24 April 2024, hololive tercatat memiliki 99 talenta dengan jumlah total subscribers di YouTube mencapai lebih dari 94 juta.

Selain itu, total views yang mereka dapatkan menyentuh angka lebih dari 14 miliar, serta pendapatan lebih dari 40 juta USD dari superchat dalam mata uang USD saja. Superchat sendiri merupakan sarana yang dapat penonton gunakan untuk berinteraksi dengan pembuat konten selama streaming melalui pesan berbayar.

Di Indonesia, cover corp. juga memiliki cabang agensi bernama hololive ID yang memiliki singkatan Holo ID. Saat ini, holo ID memiliki sembilan talenta dengan total jumlah subscribers di YouTube mencapai angka 10 juta dengan total jumlah views lebih dari 680 juta. Selain agensi besar seperti Holo ID, industri vtuber Indonesia juga makin ramai dengan kehadiran vtuber independen, seperti Akemi Nekomachi dan Mythia Batford yang masing-masing memiliki ratusan ribu hingga jutaan subscribers di kanal YouTube mereka.  

Berbicara soal vtuber, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas avatar karakter mereka. Avatar seorang vtuber melibatkan teknologi digital baik dari segi pembuatan maupun pengoperasionalannya. Teknologi yang industri vtuber gunakan sangatlah beragam tergantung modal dan skala produksi.  Berikut adalah perangkat dan teknologi yang sering industri vttuber gunakan:

Personal computer atau PC menjadi perangkat wajib untuk berbagai pekerjaan modern, termasuk vtuber. Baik berupa desktop maupun laptop, PC berfungsi untuk memproses segala aktivitas digital kita, termasuk menjalankan aplikasi, software maupun perangkat lain yang ada dalam suatu sistem digital.

Konten vtuber umumnya berupa konten streaming. Layaknya streamer pada umumnya, mereka juga membutuhkan kamera dan mikrofon untuk menangkap dan merekam gambar serta suara mereka.

Avatar vtuber membutuhkan berbagai perangkat dalam proses pembuatannya. Baik perangkat keras maupun lunak yang perlu ada dalam proses pembuatan avatar bergantung pada kompleksitas avatar itu sendiri. Umumnya, perlu ada software ilustrasi untuk membuat tampilan avatar, serta software rigging untuk menganimasikan dan menggerakan avatar.

Setelah avatar selesai, vtuber juga membutuhkan beberapa perangkat lunak lainnya. Setidaknya, mereka membutuhkan software untuk menangkap ekspresi dan gerakan wajah untuk diterapkan pada avatar mereka memanfaatkan teknologi AI. Selanjutnya adalah menghubungkan avatar yang dibuat ke program streaming. Untuk melakukannya, vtuber membutuhkan software streaming seperti OBS studio.

Voice changer adalah perangkat lunak yang mampu mengubah suara secara real-time dengan memanfaatkan teknologi AI. Perangkat ini bersifat opsional, namun penggunaan voice changer cukup umum digunakan vtuber untuk membuat suara mereka terdengar lebih indah atau imut.

Pada tingkatan lanjut, vtuber membutuhkan teknologi yang lebih canggih demi meningkatkan kualitas dan variasi konten mereka. Teknologi canggih seperti VR headset dan motion capture suits mampu membuat tampilan dan gerakan avatar mereka menjadi semakin mulus dan hidup. Namun, setidaknya dengan menggunakan perangkat pada poin di atas saja sudah cukup bagi seseorang memulai profesi sebagai seorang vtuber.

Pesatnya perkembangan teknologi membawa begitu banyak perubahan di kehidupan kita, termasuk bagaimana cara kita bekerja. Berbagai peluang baru yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya kini hadir tepat di depan mata kita. Menggunakan teknologi, saat ini kita bahkan dapat merubah sebuah fantasi dan imajinasi menjadi sebuah profesi, bahkan industri bernilai jutaan USD. 

Penulis: Faiz Iqbal I’tishom

AKSES CEPAT