Industri merupakan bagian yang penting dari kehidupan kita. Industri adalah kelompok perusahaan yang menghasilkan dan menjual barang sejenis atau jasa sejenis (Hutabarat, J. (2022). Dalam kehidupan sehari-hari, Industri memegang peranan yang sangat penting dengan memproduksi barang yang kita butuhkan. Namun, penting untuk diingat bahwa industri juga dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan yang ada di sekitarnya. Proses-proses industri sering kali menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Hal ini dapat mengakibatkan udara dan air disekitarnya menjadi tercemar. Selain itu, industri juga seringkali menghasilkan limbah yang sulit untuk diurai. Dampak negatif yang dihasilkan ini dapat merusak ekosistem alami dan menyebabkan gangguan pada kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi industri untuk mempertimbangkan berbagai cara untuk mengurangi dampak negatif yang dihasilkan pada lingkungan.Salah satunya dengan melakukan revolusi hijau dalam industri.
Tantangan Keberlangsungan Global dan Peran Industri
Saat ini dunia terus menghadapi berbagai tantangan lingkungan. Beberapa diantaranya adalah perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan penurunan sumber daya alam. Dalam hal perubahan iklim, industri memainkan peranan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan industri adalah salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca di Indonesia. Menurut laporan resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor industri Indonesia mencapai 238,1 juta ton CO2e pada tahun 2022. Data ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2021 emisi rumah kaca (GRK) mencapai 222,9 juta ton CO2e. Kepulan gas seperti karbon dioksida (CO2) dapat mengumpulkan panas di atmosfer bumi sehingga menyebabkan terjadinya pemanasan global.
Berdasarkan data yang ada, hal ini menunjukkan bahwa industri memiliki peran signifikan dalam permasalahan lingkungan terutama perubahan iklim. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan sangat berpengaruh dalam pemanasan global yang dapat membahayakan lingkungan. Penting bagi industri untuk mengambil langkah-langkah yang lebih berkelanjutan dalam proses produksinya untuk mengurangi dampak negatif yang dihasilkan.
Revolusi Hijau dalam Industri
Revolusi hijau adalah upaya untuk mendorong industri agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengadopsi praktik-praktik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam revolusi hijau, industri tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan dalam hal ekonomi semata. Industri harus memperhitungkan dampak sosial serta lingkungan dari kegiatan yang mereka lakukan. Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 Pasal 1 ayat 3. Dalam pasal ini dijelaskan bahwa Industri Hijau didefinisikan sebagai industri yang mengutamakan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam pembangunan industri.
Revolusi hijau merupakan suatu langkah yang dapat memberikan dampak positif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Industri perlu berubah dari yang sebelumnya hanya berorientasi terhadap keuntungan ekonomi semata, menjadi memperhitungkan dampak sosial dan lingkungan.
Praktik Berkelanjutan dalam Industri
Industri saat ini sedang menuju arah yang lebih berkelanjutan di berbagai sektor. Di sektor manufaktur banyak perusahaan diharapkan akan beralih ke teknologi hijau ketika proses produksi. Hal ini ditujukan guna mengurangi emisi dan limbah yang dihasilkan. Penggunaan teknologi hijau diharapkan dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan air. Selain itu, dalam industri diharapkan untuk lebih aktif menerapkan sistem daur ulang dan menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Sektor energi akan jauh lebih baik apabila banyak perusahaan yang berinvestasi dalam energi terbarukan seperti panel surya, turbin angin, serta pembangkit listrik. Hal ini dilakukan dengan tujuan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dalam sektor transportasi, perusahaan yang condong untuk memperkenalkan kendaraan Listrik akan sangat memberikan dampak positif untuk mengurangi emisi gas buang ataupun hibrida. Logistik hijau dan infrastruktur transportasi berkelanjutan juga dapat digunakan untuk mengurangi jejak karbon transportasi. Harapan ini mencerminkan komitmen industri dalam menjaga lingkungan hidup serta berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutkan. Dengan terus menerapkan langkah-langkah yang ada, diharapkan industri akan menjadi pionir dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.
Penulis: Meilisa Nur Cahyani (Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin 51动漫)
BACA JUGA: Sudahkah UNAIR menjadi Kampus Siaga Bencana?





