UNAIR NEWS – Data memiliki peran penting dalam proses penentuan kebijakan, hal ini sesuai dengan implementasi hasil analisis data pada dunia bisnis. 51动漫 mengulas topik ini dalam webinar pada Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan ini mengangkat tema 淔rom Data to Dollars: Analyzing E-commerce Sales Data for Business Strategy dan mengundang pembicara berpengalaman diantaranya selaku Assistant Manager Bank Indonesia dan selaku Data Analyst Tokopedia. Selain itu, turut hadir selaku dosen Departemen Ilmu Ekonomi UNAIR.
Langkah membangun Karir sebagai Data Analyst di Sektor E-commerce
Data memiliki peran penting dalam proses penentuan keputusan bisnis, peran data analyst muncul untuk membantu mengolah data mentah menjadi sebuah laporan. Dalam penjelasannya Thoni menyampaikan, terdapat roadmap untuk meniti karir sebagai data analyst yaitu membangun kemampuan mengolah data, membangun portofolio, hingga mengikuti magang dan kompetisi yang relevan.
Lebih lanjut, Nabila menyampaikan di sektor e-commerce terdapat beberapa data penting yang ia gunakan untuk mengetahui perkembangan bisnis. Salah satu poin yang ia tekankan adalah frekuensi pembelian konsumen secara berulang.
淏iaya untuk mempertahankan pelanggan lama jauh lebih rendah daripada menarik pelanggan baru. Di sinilah peran data analyst dibutuhkan untuk memantau perilaku pelanggan dan membuat laporan untuk membantu penentuan strategi yang tepat, jelas Nabila.
Menyambung poin tersebut, Thoni menjelaskan pentingnya pemahaman teknik analisis data untuk meningkatkan penjualan e-commerce, yaitu dengan memusatkan analisis pada prediksi permintaan dan volume penjualan. Hasil analisis ini tak hanya mendukung strategi pemasaran tepat sasaran, tetapi juga membantu menghindari risiko stok kosong atau overstock, yang dapat merugikan perusahaan.
Pemanfaatan Data E-commerce Sebagai Bahan Penelitian
Thoni dan Gigih sama-sama menekankan potensi lulusan ekonomi sebagai data analyst. Thoni mengibaratkan lulusan ekonomi sebagai spiderman. Mereka kemampuan dalam menerjemahkan data yang kompleks dapat menjadikan kontribusi bagi kebijakan dan solusi di tengah situasi bisnis yang tidak stabil.
Sebagai dosen Gigih menyampaikan, saat ini kita hidup di era big data, di mana data tersebar dalam jumlah besar, bersifat real-time, dan sering kali belum terstruktur. 淜alau dulu kita mengandalkan data dari survei seperti Susenas atau data BPS, sekarang data dari marketplace bisa memberi gambaran langsung tentang perilaku konsumen digital. Ini peluang besar bagi peneliti ekonomi, jelas Gigih.
Aktivitas pengguna di platform seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak terekam secara otomatis dan mencerminkan perilaku ekonomi yang sebenarnya. Oleh karena itu, e-commerce dapat menjadi cermin perilaku konsumen secara digital dan relevan sebagai bahan penelitian.
Tak kalah penting, Gigih mengingatkan bahwa penggunaan data digital juga harus memperhatikan aspek etika penelitian. Batasan dalam mengakses data, perlindungan privasi pengguna, dan sensitivitas terhadap kelompok khusus dalam e-commerce merupakan hal-hal krusial yang tidak boleh terabaikan, terutama ketika data bersumber dari platform publik.
Penulis: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





