UNAIR NEWS – Pengenalan wirausaha di lingkungan kampus menjadi langkah penting dalam membentuk mahasiswa yang mandiri secara ekonomi. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa () Fakultas Ilmu Budaya () 51动漫 (UNAIR) sukses menyelenggarakan webinar bertajuk Kampuspreneur: Pengenalan Wirausaha di Lingkup Mahasiswa. Webinar terlaksana, Kamis (10/7/2025) secara daring diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi nasional.
Penyelenggaraan itu turut berkolaborasi dengan Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni () UNAIR. Selain sebagai ruang belajar, kegiatan tersebut juga menjadi pengantar sebuah ajang FIB Business Competition yang akan memberi kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis mereka.
Bukan Cuma Jualan
Fella Vidia Fravisdha SPd CMT, entrepreneur muda pemilik Clemira Konveksi hadir sebagai pembicara webinar tersebut. Melalui pengalaman inspiratif, Fella membagikan berbagai hal penting yang perlu mahasiswa pahami untuk memulai bisnis sejak dini.
淲irausaha itu bukan cuma soal jualan, tapi soal keberanian, kejujuran, dan ketekunan. Siapapun bisa mulai dari hal kecil yang dia bisa, jelas Fella.
Terutama menuju Indonesia emas, Fella menyebut peran mahasiswa sangat besar. 淜ita sedang dipersiapkan menjadi mahasiswa wirausaha. Tentu sebagai manusia unggul, kita harus bisa membuka lapangan kerja, tegasnya.
Lebih lanjut, saat ini peluang wirausaha, menurutnya, terbuka lebar bagi siapapun yang berniat meski bukan dari jurusan bisnis. 淎ku kuliah pendidikan bahasa Inggris dan SMK jurusan Multimedia. Awalnya sering buka jasa desain saat masih zaman pakai corel dan akhirnya banyak terima orderan, tetapi ada yang bayar cuma sebagian. Terus aku sadar, berbisnis juga harus paham tahapan.
Berawal dari Skills
Fella kemudian bercerita awal mula merintis usaha. Kesukaannya dengan desain, mampu mengantarkannya pada kesuksesan ketika ia menerima pesanan desain pakaian dari teman-teman mahasiswa. Berkat kemampuan tersebut, muncul pula ide untuk mendirikan konveksi yang kini telah memproduksi berbagai kebutuhan seperti Pakaian Dinas Harian (PDH), kaos, jaket, hingga lanyard. Produksinya juga melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri putus sekolah sebagai bentuk pemberdayaan.
淜alau berwirausaha intinya jangan malu. Kita bisa memulai bisnis dari nol modal, bisa banget karena dimulai dari skills. Kembangkan dan manfaatkan menjadi sebuah peluang bisnis, ujarnya.
Fella juga menekankan pentingnya pengelolaan waktu, keuangan, dan mental tahan banting dalam berwirausaha. Ia memperkenalkan prinsip pembagian keuangan pribadi dan bisnis menggunakan sistem 60:20:10:10. 60 persen untuk kebutuhan harian, 20 persen untuk modal usaha, 10 persen tabungan pasif, dan 10 persen investasi.
淒alam berbisnis ada hukumnya. Jangan mencampur rekening pribadi dengan bisnis. Pisahkan sejak awal untuk tahu posisi keuangan usaha kita sebenarnya, tambah Fella.
Ia juga menekankan bahwa usaha sebaiknya dimulai dari hal yang sesuai minat, alih-alih sekadar mengikuti tren. Beberapa ide usaha tanpa modal besar yang sustain menurut Fella seperti jasa menulis, les privat, desain, hingga fotografi. “Kalau kita tidak mulai bergerak, kita tidak akan tahu belajar, pungkasnya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Khefti Al Mawalia





