UNAIR NEWS – (FST) 51动漫 (UNAIR) raih Juara II lomba National Business Plan Competition. Tiga mahasiswa tersebut yaitu Ridhwan Fadly Saputra, Memoreza Sabana, dan Marvel Jeremia Putra Tjahyadi dari Sistem Informasi angkatan 2022. Lomba IDEAS Batch 11 dengan tema membangun bisnis berkelanjutan, merupakan besutan Manajemen Bisnis FEB UGM.
Lomba ini terselenggara pada Selasa (8/7/2025) sampai Kamis (10/7/2025) dimulai dengan pitching, city tour, social project, dan awarding. Dalam lomba tersebut, ketiganya mencetuskan inovasi bernama Retech, sebuah inovasi berbasis pemberdayaan untuk mahasiswa, siswa SMK, dan teknisi lokal di bidang reparasi barang elektronik.
Berbasis Pemberdayaan
Inovasi lomba yang Ksatria Airlangga bawakan bernama Retech, sebuah platform pemberdayaan inovatif yang menyasar mahasiswa, siswa SMK, dan teknisi lokal dengan keahlian di bidang reparasi barang elektronik. Bernama Retech, platform ini hadir untuk mendorong kepedulian akan pentingnya perbaikan barang elektronik yang rusak ketimbang langsung membuang dan membeli yang baru.

Fadly, salah satu anggota tim Retech menjelaskan bahwa melalui langkah ini, ia dan tim mendorong pengurangan jumlah produksi sampah elektronik. 淪alah satunya dengan pemberdayaan mahasiswa, SMK, dan teknisi lokal untuk memilih dalam memperpanjang umur barang elektronik mereka, ujarnya. Retech berupaya mencapai tujuan ini melalui pembentukan jaringan yang solid.
Mendukung SDGs
Inisiatif Retech selaras dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Pada poin SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Retech membuka lapangan kerja baru. Khususnya bagi mahasiswa, teknisi lokal, dan siswa SMK yang bergabung sebagai bagian dari penyedia layanan perbaikan.
Selain itu, Retech juga berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menghadirkan inovasi dalam industri perbaikan barang elektronik berbasis komunitas. Terakhir, pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Retech berperan aktif dalam memperpanjang umur barang elektronik. Yang secara langsung menekan jumlah produksi sampah elektronik. 淩etech tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan sumber daya manusia, jelas Fadly.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





