Di era digital, tantangan dalam pengajaran bahasa Inggris semakin kompleks, terlebih di kelas English for Specific Purposes (ESP) di pendidikan vokasi. Mahasiswa sering kali belum memiliki dasar kuat dalam bahasa Inggris, tetapi mereka dituntut menulis dengan struktur dan kosakata profesional, seperti dalam konteks bisnis atau akuntansi. Untuk mengatasi tantangan ini, pendekatan baru berbasis teknologi mulai diadopsi, salah satunya adalah Dynamic Assessment (DA) berbasis WhatsApp.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan WhatsApp sebagai media Dynamic Assessment secara signifikan meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa dalam kelas ESP. Studi ini melibatkan 31 mahasiswa Program Diploma Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis di Indonesia. Para peserta dibagi dalam dua kelompok: kelompok eksperimen yang mengikuti DA melalui grup WhatsApp dan kelompok kontrol dengan metode pengajaran tradisional.
DA sendiri merupakan pendekatan yang menggabungkan pengajaran dan asesmen secara simultan. Alih-alih hanya menilai hasil akhir tulisan mahasiswa, DA menekankan proses belajar dengan memberikan umpan balik, petunjuk, dan pertanyaan pemandu secara langsung saat mahasiswa mengerjakan tugas menulis. Dalam penelitian ini, interaksi tersebut dilakukan secara daring melalui WhatsApp, menciptakan ruang belajar yang fleksibel dan tidak mengintimidasi.
Kelompok eksperimen mengalami peningkatan nilai rata-rata yang signifikan dari pre-test ke post-test. Selain itu, analisis interaksi dalam grup WhatsApp menunjukkan bahwa mahasiswa merespons dengan antusias terhadap mediasi dari dosen dan juga belajar dari kesalahan maupun tulisan teman-temannya. Kolaborasi ini memperkuat pemahaman mereka terhadap struktur kalimat, penggunaan preposisi, serta pembentukan subjek dan predikat yang benar.
Salah satu temuan penting adalah bahwa penggunaan WhatsApp memungkinkan mahasiswa untuk lebih aktif dan percaya diri. Mereka lebih berani bertanya, menanggapi koreksi, dan merevisi tulisan mereka dibandingkan saat proses pembelajaran dilakukan di kelas secara langsung. Selain itu, WhatsApp memberikan fleksibilitas waktu dan tempat, yang sangat bermanfaat di lingkungan pendidikan vokasi yang dinamis.
Dosen bahasa Inggris, khususnya dalam konteks ESP, sebaiknya mempertimbangkan penggunaan teknologi mobile seperti WhatsApp dalam proses belajar-mengajar. Tidak hanya sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai sarana asesmen dan pembinaan yang efektif. Lebih dari itu, DA berbasis WhatsApp mampu membangun kepercayaan diri mahasiswa, meningkatkan keterlibatan aktif, dan mempercepat proses pembelajaran secara kolaboratif.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika teknologi dipadukan dengan pendekatan pedagogis yang tepat, hasil belajar bisa meningkat signifikan. Dengan pemanfaatan media yang sudah akrab di kalangan mahasiswa, seperti WhatsApp, kelas bahasa Inggris dapat menjadi lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Oleh Lutfi Ashar Mauludin, S.Pd., M.A., M.Pd.
Informasi detail dari artikel ini dapat dibaca lebih lengkap pada publikasi ilmiah berikut :
Mauludin, L. A., Listanto, V., & Prasetyo, G. (2025). Mobile-mediated dynamic assessment to enhance students™ ESP writing skills. The JALT CALL Journal, 21(1), 1212-1212. To link to this article https://doi.org/10.29140/jaltcall.v21n1.1212
Baca juga: Kematian Mendadak Akibat Robekan Tuba Fallopi pada Kehamilan Ektopik





