UNAIR NEWS – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) kembali memberikan beragam kegiatan berdampak pada masyarakat. Salah satunya program edukasi sampah organik dan anorganik melalui pembelajaran yang interaktif di SD Pilangrejo. Kegiatan ini dicetuskan oleh tim mahasiswa KKN BBK-7 Desa Pilangrejo Kecamatan Wingu Kabupaten Madiun.
Kepada UNAIR NEWS, Rifatul Himmah, salah satu anggotanya menjelaskan bahwa kegiatan itu terlaksana selama dua hari. Yakni Senin-Selasa (19-20/1/2026) dengan sasaran siswa bangku Sekolah Dasar (SD). 淜ami menargetkan siswa SD sebagai target program. Hal ini berdasarkan pada pertimbangan bahwa anak-anak berada pada fase pembentukan karakter dan kebiasaan. Sehingga kami bisa untuk membentuk karakter mereka sejak dini, tutur Rifa.
Program Edukasi
Berangkat dari permasalah rendahnya kesadaran dan kesadaran akan membuang sampah tanpa dipilah membuat tim BBK-7 Desa Pilangrejo memberikan berbagai beberapa materi pembelajaran pada siswa SD. Materi tersebut diantaranya pengertian sampah organik anorganik, dampak terhadap lingkungan hingga perkiraan umur sampahnya.
淪elain materi, siswa juga diajak melakukan praktik langsung memilah sampah ke dalam tempat sampah yang sesuai. Mengikuti kuis, membuat projek mind map mengenai edukasi sampah secara kreatif melalui informasi digital, dan permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman mereka, ungkapnya.
Dibalik terselenggaranya program edukasi pemilihan sampah terdapat tantangan yang mengiringi tim KKN BBK-7 Desa Pilangrejo. Perbedaan tingkat pemahaman siswa, tentang pengertian anak yang relatif singkat serta keterbatasan waktu menjadi sejumlah tantangan tersendiri. Meski demikian, tantangan tersebut dapat teratasi dengan penggunaan metode pembelajaran yang interaktif. Juga bahasa yang sederhana, serta permainan edukatif agar siswa tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Implementasikan SDGS
Lebih lanjut. ioa mengatakan, program edukasi ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Dari ketiga tujuan tersebut, tim KKN BBK-7 Desa Pilangrejo memfokuskan implementasi kegiatan pada SDGs 13 melalui upaya penanaman kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, tim KKN berharap para siswa tidak hanya memahami perbedaan sampah organik dan anorganik. Tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. 淜ami berharap kebiasaan kecil ini dapat terus dilakukan, tidak hanya saat kegiatan berlangsung, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan, pungkas Rifa.
Penulis: Adinda Octavia Setiowati
Editor: Yulia Rohmawati





