51动漫

51动漫 Official Website

Satu-satunya dari Indonesia, Akademisi UNAIR Terpilih jadi Editorial Board BMC Microbiology

Dr Arif Nur Muhammad Ansori, peneliti dari Sekolah Pascasarjana 51动漫 (UNAIR) (Foto: Dok pribadi)

UNAIR NEWS – Salah satu akademisi 51动漫 (UNAIR), Dr Arif Nur Muhammad Ansori, resmi terpilih sebagai anggota Editorial Board BMC Microbiology. BMC Microbiology adalah jurnal ilmiah bereputasi internasional yang berada di bawah naungan Springer Nature. 

Pencapaian ini menjadi istimewa karena Arif menjadi satu-satunya akademisi dari Indonesia yang dipercaya menduduki posisi strategis tersebut. Dalam keterangannya, Arif menjelaskan bahwa kesempatan bergabung dalam Editorial Board BMC Microbiology tidak datang secara instan. 

Penunjukan tersebut merupakan hasil dari konsistensi panjang dalam dunia riset dan publikasi ilmiah. Ia aktif mempublikasikan hasil penelitian di jurnal-jurnal bereputasi serta terlibat sebagai mitra bestari dalam menjaga kualitas karya ilmiah secara objektif.

淜esempatan ini merupakan buah dari konsistensi. Saya juga mencoba menghubungi pihak Editor BMC Microbiology. Setelah dilakukan analisis rekam jejak publikasi dan keaktifan saya di komunitas ilmiah internasional, akhirnya saya diterima untuk bergabung, ungkapnya.

Bagi Arif, penunjukan ini bukan hanya pencapaian personal, tetapi juga memiliki makna strategis secara profesional dan nasional. Ia menilai posisi editorial board merupakan validasi bahwa peneliti Indonesia memiliki kapasitas yang setara dengan ilmuwan global lainnya.

淪ecara pribadi ini adalah kehormatan dan amanah besar. Secara profesional, ini menjadi bukti bahwa peneliti Indonesia mampu bersaing di panggung global. Posisi ini juga menjadi jembatan agar riset berkualitas. Termasuk dari negara berkembang, mendapatkan sorotan yang layak, jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses seleksi editorial board di jurnal internasional sangat ketat. Penerbit besar seperti Springer Nature mempertimbangkan produktivitas riset, h-index, kualitas kontribusi sebagai mitra bestari, hingga jejaring kolaborasi internasional. Integritas ilmiah menjadi aspek penting dalam penilaian tersebut.

Latar belakang keilmuan Arif di bidang virologi dan biologi molekuler, serta pengalamannya dalam kolaborasi riset internasional antara UNAIR dan Kumamoto University, Jepang, menjadi faktor kunci dalam kepercayaan yang diberikan. Keaktifannya dalam organisasi ilmiah internasional seperti American Society for Virology (ASV) dan World Society for Virology (WSV) turut memperkuat kredibilitasnya.

Di BMC Microbiology, Arif dipercaya untuk mengawal naskah-naskah yang berkaitan dengan virologi, biologi molekuler, dan bioinformatika. Isu-isu mutakhir seperti emerging infectious diseases dan pendekatan One Health menjadi fokus utama yang saat ini mendapat perhatian besar dari pihak jurnal.

Sebagai anggota editorial board, Arif memiliki tanggung jawab melakukan penyaringan awal naskah, memilih mitra bestari yang kompeten, serta mengambil keputusan akhir berdasarkan telaah ilmiah. Ia juga memastikan proses peer review berjalan etis, transparan, dan efisien.

Menutup pernyataannya, Arif memberikan pesan inspiratif bagi peneliti muda Indonesia. 淛angan pernah merasa minder berkarya dari mana pun berada. Dunia sains tidak melihat paspor, tetapi kualitas gagasan dan rekam jejak. Mulailah menulis, bangun jejaring, dan jadilah bagian dari solusi global, pungkasnya.

Penulis: Rizma Elyza

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT