51动漫

51动漫 Official Website

Akademisi UNAIR Tingkatkan Derajat Kualitas Kesehatan Ibu Hamil di Kepulauan Bawean

Dr Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes saat memberikan materi kepada bidan yang bertugas di KecamatanTambak, Pulau Bawean
Dr Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes saat memberikan materi kepada bidan yang bertugas di KecamatanTambak, Pulau Bawean (Foto: Dok. tim pengabdian masyarakat)

UNAIR NEWS Indonesia merupakan negara dengan kepulauan dengan total lebih dari 17 ribu pulau yang mengelilinginya. Meski jauh dari hiruk pikuk kota besar, pulau yang ada tetap memancarkan keindahannya sendiri. Dari ribuan pulau tersebut, Pulau Bawean hidup di tengah gugusan Laut Jawa.

Letak geografis Pulau Bawean membuat masyarakat harus menempuh perjalanan laut kurang lebih empat jam agar sampai di pusat kota. Jarak ini bukan hanya soal angka, perjalanan panjang itu menjadi tantangan untuk mendapat layanan kesehatan yang lebih lengkap. Kondisi alam serta ombak yang berubah-ubah sering menjadi kendala utamanya.

Evaluasi dan peningkatan kualitas kesehatan terus dilakukan oleh pemerintah setempat tanpa henti. Tak sendiri, akademisi turut digandeng dalam mencapai kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. Dosen 51动漫 (UNAIR) Dr Lestari Sudaryanti dr MKes merupakan sosok akademisi tersebut.

Dr. Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes saat melakukan kunjungan rumah pada ibu hamil yang masuk dalam kategori risiko tinggi di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean
Dr. Lestari Sudaryanti, dr., M.Kes saat melakukan kunjungan rumah pada ibu hamil yang masuk dalam kategori risiko tinggi di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean (Foto: Dok. tim pengabdian masyarakat)

Lestari, panggilan akrabnya, menggelar pengabdian masyarakat dengan tajuk Peningkatan Kesejahteraan Kesehatan Terpadu (PK2T) Berbasis Community Development di Pulau Bawean. Agenda tersebut berlangsung pada Kamis-Sabtu (13-15/11/2025). 淧engabdian masyarakat ini menyasar para ibu hamil utamanya dengan riwayat risiko kehamilan, bidan, dan tenaga kesehatan lain yang berkontribusi pada kesehatan ibu hamil, kata Lestari.

Agenda ini menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kematian ibu dan bayi. Lestari menegaskan bahwa kematian ibu dan bayi dapat dicegah dengan memberikan pelayanan kesehatan ibu hamil dengan baik. 淜etika ibu hamil, melakukan pemeriksaan kehamilan, dan tercatat itu bisa jadi alat bantu bagi bidan atau tenaga kesehatan dalam memprediksi potensi yang terjadi pada ibu dan anak, ungkap Lestari.

Hal yang paling penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil adalah pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan benar. Ibu hamil bisa mendapatkan buku tersebut saat melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan pertama kali. 淏uku KIA itu menjadi alat bantu bagi tenaga kesehatan dan ibu hamil. Buku KIA selain harus dibawa saat pemeriksaan kehamilan, bisa jadi bahan bacaan ibu di rumah. Di dalam buku tersebut sudah tertulis seputar kehamilan hingga tumbuh kembang anak, jelas Lestari.

Pemanfaatan buku KIA dengan baik menjadikan ibu punya peran penting terhadap kesehatan semasa kehamilan. Melalui buku tersebut ibu dapat mengenali tanda bahaya kehamilan, mengetahui jadwal pemeriksaan, hingga memahami kebutuhan gizi yang sesuai. Buku KIA juga menjadi sumber informasi yang menjadi rujukan terhadap kondisi kesehatan ibu hamil, terlebih saat terjadi kegawatdaruratan.

Lebih jauh, Lestari menyoroti jika buku KIA tidak berdiri sendiri, ada sistem pencatatan yang juga terhubung dengan buku kohort milik tenaga kesehatan. Jika keduanya digunakan dengan cermat, kondisi kehamilan ibu dapat dipetakan secara lebih jelas. 淜alau buku KIA dan kohort isinya selaras, bisa lebih cepat untuk dilakukan pengelompokan ibu hamil. Apakah masih memungkinkan untuk ditangani di fasilitas kesehatan setempat, atau perlu adanya rujukan ke pelayanan lebih lengkap, tuturnya.

Tak lupa, Lestari berharap bahwa Buku KIA dapat dimanfaatkan dengan baik. Hal ini bertujuan untuk menciptakan derajat kesehatan yang baik bagi ibu hamil sehingga dapat mencegah kematian pada ibu dan bayi. 淎yo ibu-ibu semuanya manfaatkan buku KIA dengan baik, luangkan waktu sebentar untuk membaca tiap halamannya. Buku ini bisa menjadi pedoman bagi ibu untuk menjaga kesehatan dirinya dan janin, pesan Lestari.

Sementara itu, kondisi cuaca Pulau Bawean yang diguyur hujan deras dalam tiga hari berturut-turut tidak menyurutkan semangat Lestari untuk melakukan pengabdian masyarakat. Jalanan licin dan berlumpur menjadi goresan warna pada perjalanan yang ia lalui. Bermodalkan payung lipat dan pendampingan oleh bidan setempat, langkah kaki Lestari terus berjalan di tengah guyuran hujan berkunjung ke kediaman ibu hamil. 淪aya berharap dengan pengabdian masyarakat ini, kualitas kesehatan ibu hamil bisa semakin baik, pelayanan kesehatan yang ada juga berjalan dengan baik, ujar Lestari.

Apresiasi diberikan drg Saiful terhadap pengabdian masyarakat yang dilakukan. Bagi Kepala Puskesmas Sangkapura tersebut, pengabdian masyarakat ini menjadi angin segar bagi pelayanan kesehatan setempat. Ia juga berharap pengabdian serupa akan berlangsung di kemudian hari. 淭erima kasih kepada dr Lestari atas kehadirannya jauh-jauh dari Surabaya. Kami harap upaya ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan utamanya pada ibu hamil. Agenda-agenda lain senantiasa kami nantikan untuk mewujudkan kualitas kesehatan yang prima bagi masyarakat Bawean, tutupnya.

Penulis:

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT