51动漫

51动漫 Official Website

Aktivitas Fisik dengan Intensitas Tinggi Meningkatkan Kadar Troponin I

ilustrasi aktifitas fisik (foto: dok istimewa)


Berolahraga telah menjadi gaya hidup kekinian masyarakat. Semangat berolahraga menyebabkan sebagian masyarakat abai terhadap potensi kerusakan otot yang mengiringi aktivitas berolahraga. Sayangnya sampai saat ini penanda kerusakan otot yang mengiringi aktivitas berolahraga belum diketahui.
Kerusakan otot kerap ditemukan terlambat. Individu yang mengalami tidak menyadari bahwa ototnya sedang mengalami kerusakan setelah berolahraga. Kerusakan otot yang mengiringi aktivitas berolahraga memang terjadi antara 12-24 jam paska berhenti berolahraga. Hal inilah yang menyebabkan kerusakan otot rangka paska berolahraga disebut dengan istilah Delayed Onset Muscular Soreness (DOMS).
Rentang waktu antara selesai berolahraga hingga terjadinya kerusakan otot tidak ditemukan gejala dan tanda klinis yang dikeluhkan. Semua tampak normal hingga 12-24 jam berikutnya. Namun, proses yang sesungguhnya Tengah berlangsung di dalam otot rangka. Aktivitas olahraga memicu pembentukan molekul reactive oxygen species (ROS) di otot rangka. Molekul ROS merusak membran sel otot dan mengoksidasi Troponin I dari kompleks aktin. Akibatnya, Troponin I terlepas dari kompeks aktin dan dilepaskan keluar sel menuju sirkulasi. Terlepasnya Troponin I menyebabkan spasme (kontraksi sangat kuat) dari otot rangka yang mengalami kerusakan.
Otot sejatinya dapat mencegah hal tersebut terjadi. Otot memiliki sistem pertahanan antioksidan endogen yang menangkan efek negative dari molekul ROS. Salah satu protein enzim yang berperan dalam pertahanan tersebut adalah glutation peroksidase (GPx). Protein GPx melindungi Troponin I dari oksidasi ROS, sehingga setelah berolahraga Troponin I tidak terlepas ke sirkulasi.
Penelitian ini menyelidiki apa yang terjadi pada otot rangka mencit setelah berolahraga dengan intensitas aktivitas yang berat dibandingkan dengan yang beraktivitas sedang. Pada penelitian terdahulu sudah diketahui bahwa aktivitas fisik berat yang merusak otot lebih daripada aktivitas fisik sedang. Hasil penelitian saat ini pun juga mengkonfirmasi dengan kadar Troponin I yang ditemukan dalam sirkulasi darah mencit, 24 jam paska berolahraga berat lebih tinggi daripada yang sedang. Tampaknya troponin I benar merupakan penanda kerusakan otot rakan paska berolahraga
Kadar troponin I yang tinggi dalam darah ternyata tidak diikuti dengan peningkatan aktivitas GPx di dalam otot. Kadar GPx otot rangka tidak berbeda antara mencit yang melakukan aktivitas fisik berat dengan yang sedang. Aktivitas GPx yang rendah menunjukkan otot rangka mencit memiliki kemampuan oksidatif yang rendah dan sistem pertahanan antioksidan endogen yang rendah. Dengan demikian, ke depan perlu dipertimbangkan pemberian suplementasi antioksidan tambahan untuk mencit yang terindikasi memiliki aktiviats GPx yang rendah.
Secara umum, individu dengan aktivitas GPx yang rendah menampakkan gejala mudah lelah, tidak tahan stres, dan mudah mengalami nyeri otot saat beraktivitas. Perlindungan tambahan berupa antioksidan dari luar membantu mencegah kerusakan otot yang mengiringi aktivitas berat, terutama saat berolahraga. Dengan demikian, siapapun tak akan memeproleh dampak negatif kerusakan otot rangka ketimbang manfaat positif berupa Kesehatan dan kebugaran tubuh setelah berolahraga

Penulis : Bambang Purwanto
Sumber : Ridho, M. A., Kusnanik, N. W., Mauluddin, M. I., & Purwanto, B. (2025). High intensity physical activities increase troponin I level but does not affect changing in glutathione peroxidase in mice. Retos, 65, 437-444.

AKSES CEPAT