Ketersediaan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin menjadi faktor penentu konversi energi listrik pada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit Listrik tenaga angin/ bayu (PLTB). Tingkat ketersediaan energi terbarukan menjadi pertimbangan dalam orientasi pengembangan pembangkit energi terbarukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sumber energi terbarukan yaitu angin dan matahari di pulau Gili Iyang Madura.
Secara geografis, Gili Iyang merupakan sebuah pulau dengan luas 9,15 km2 dengan ciri khas wilayah pantai yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa. Pengambilan data dilakukan dengan metode pengambilan langsung dengan mengelilingi seluruh pulau. Pengambilan data didasarkan pada titik geografis yang ditandai dengan GPS dan menggunakan alat instrumentasi solar power meter dan anemometer. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan MATLAB dan 3DField. Teknik pengolahan data tersebut dilakukan agar lokasi wilayah yang memiliki potensi sumber energi terbarukan tinggi dan rendah dapat dengan mudah diidentifikasi. Hasil studi kasus wilayah, berupa data spasial dan sistem informasi geografis.
Daerah penelitian terletak pada Lintang 7掳00’13 LS dan Bujur 114掳10’37 BT. Pulau Gili Iyang merupakan sebuah kawasan yang terletak di Pulau Madura, Jawa Timur. Pulau ini tergolong pulau kecil dengan luas 9,15 m2 dengan penduduknya tinggal di wilayah yang terisolasi dari distribusi listrik.
Gili Iyang memiliki suhu rata-rata 30掳C dan curah hujan tahunan sebesar 890 mm (sumber: Badan Meteorologi dan Klimatologi Indonesia). Pulau Gili Iyang beriklim tropis dan menerima sinar matahari sepanjang tahun. Lokasinya yang dekat dengan pantai menyebabkan kawasan tersebut memiliki potensi energi terbarukan yang tinggi. Pengukurannya dilakukan dengan membagi wilayah menjadi dua titik utama, yaitu wilayah laut dan daratan yang terbagi menjadi empat wilayah utama, yaitu timur, barat, selatan, dan utara. Terdapat 43 titik strategis yang menjadi lokasi pendataan dan tersebar di sepanjang pesisir pulau.
Dengan menggunakan alat instrumentasi solar power meter, dilakukan pemetaan potensi energi matahari di sepanjang pesisir Pulau Gili Iyang. Pengambilan data dilakukan pada ketinggian 1 m sampai 5 m di atas permukaan laut. Pengumpulan data juga dilakukan dalam kondisi cuaca normal tanpa anomali berarti. Rata-rata tingkat penyinaran matahari di Pulau Gili Iyang adalah 950 W/m2. Pada instalasi PV, tingkat iradiasi menunjukkan tingkat yang baik untuk keluaran energi PV. Selain itu, Peak Sun Hours (PSH) atau tingkat insolasi optimal suatu wilayah berada pada 4,5 jam-5 jam. Dari hasil pemetaan terlihat bahwa wilayah dengan rata-rata penyinaran tertinggi berada di sepanjang wilayah barat daya dengan rata-rata 1068 W/m2. Dengan demikian, untuk instalasi PV, energi yang dikonversi akan lebih optimal di wilayah pulau tersebut.
Potensi Angin di Pulau Gili Iyang
Potensi angin di Pulau Gili Iyang menunjukkan data potensi angin dengan indeks kualitas angin yang baik. Daerah ini mempunyai kestabilan kecepatan angin yang baik dengan rata-rata 3 m/s. Berdasarkan pembacaan yang dilakukan dengan menggunakan anemometer, kecepatan tertinggi adalah 5,6 m/s. Pemasangan turbin angin di kawasan Gili Iyang diprediksi akan menghasilkan keluaran energi yang stabil dan optimal. Dengan kecepatan angin rata-rata, sangat ideal untuk instalasi PEMBANGKIT LISTRIK TURBIN ANGIN berkapasitas 500 Watt.
Topografi kawasan Gili Iyang yang merupakan kawasan pesisir pantai sangat cocok untuk dijadikan lokasi instalasi pembangkit energi terbarukan. Dengan demikian, PLTS dan PLTB dapat menjadi energi alternatif untuk elektrifikasi wilayah pulau Gili Iyang yang terisolasi dari distribusi listrik.Temuan penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi pemangku kepentingan, konsultan, dan kontraktor untuk merencanakan lokasi terbaik untuk instalasi dan jaringan listrik pembangkit listrik tenaga angin dan surya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Research Center for New and Renewable Energy Engineering 51动漫 yang telah memberikan fasilitasnya. Kami juga berterima kasih kepada program pemberdayaan masyarakat (Airlangga Community Development Hub) yang merupakan program untuk meningkatkan aspek kehidupan masyarakat dengan teknologi. kami juga mengucapkan terima kasih kepada pusat penelitian energi terbarukan yang dijadikan sebagai pusat penerapan teknologi tersebut
Penulis: Prisma Megantoro, ST. MEng.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://pubs.aip.org/aip/acp/article-abstract/3047/1/030006/3179811/Analysis-of-wind-and-solar-energy-potential-of?redirectedFrom=fulltext atau https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85184330386&origin=resultslist
[1] P. Megantoro et al., 淎nalysis of wind and solar energy potential of coastal island in East Madura (Case study: Gili Iyang island), AIP Conf. Proc., vol. 3047, no. 1, 2024, doi: 10.1063/5.0194117.





