51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Mikrobiota Lambung dan Infeksi Helicobacter pylori pada Gastroesophageal Reflux Disease

Di antara penyakit gastrointestinal, gastroesophageal reflux disease(GERD) adalah penyakit yang paling umum difasilitas perawatan primer dan seringkali tetap tidak terselesaikan bahkan setelah dirujuk ke fasilitas kesehatan sekunder. Gejala refluks dominan dan menyebabkan  morbiditas yang tinggi, biaya pengobatan yang tinggi dan  selanjutnya mengganggu produktivitas dan kualitas hidup pasien.

Berdasarkan adanya erosi, GERD secara umum dapat diklasifikasikan menjadi Erosive Reflux Disease (ERD) dan Non-Erosive Reflux Disease (NERD). Patofisiologi GERD terutama disebabkan oleh gangguan fungsi sfingter esofagus bawah. Selain itu, gangguan pembersihan esofagus, pengosongan lambung yang tertunda, obesitas, konsumsi lemak tinggi, kebiasaan minum alkohol, dan merokok juga dapat menyebabkan refluks asam yang lebih parah. Perlu diketahui bahwa di setiap organ pencernaan normal, mikrobioma dipertahankan dalam komposisi tertentu misalnya, bakteri Gram-positif mendominasi di kerongkongan, sementara mikroorganisme lain yang lebih stabil pada keasaman yang sangat rendah berada di lambung. Keseimbangan yang diciptakan akan mempengaruhi metabolisme mikroorganisme dan secara signifikan terkait dengan penyakit saluran cerna. Kegagalan dalam mempertahankan komposisi mikrobioma akan menciptakan kondisi yang disebut dysbiosis. Perkembangan teknologi next-generation sequencing (NGS) saat ini telah memfasilitasi dan mempercepat penyelidikan mikrobiota. Pendekatan 16S rRNA dengan menggunakan spesimen biopsi lambung ditujukan untuk mengevaluasi komposisi mikrobiota lambung pada pasien GERD (baik ERD atau NERD) dan gastritis.

Berdasarkan gambaran tersebut, peneliti dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, RSUD Dr. Soetomo, 51动漫 berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya di salah satu jurnal Internasional terkemuka, yaitu Gut Pathogens. Peneliti melakukan penyelidikan terkait peran H. pylori dan mikrobiota lambung kaitannya dengan kejadian GERD. Sebanyak 197 sampel disertakan untuk dilakukan ekstraksi dan pengurutan DNA. Pemeriksaan mikrobiota, spesimen mukosa lambung dari kelengkungan antrum disajikan dalam sebuah transport medium. Untuk kultur H. pylori, spesimen ditempatkan ke dalam 500 L phosphate-bufered saline, sedangkan untuk ekstraksi DNA kami menggunakan spesimen yang disimpan pada suhu -80 掳C. Pemeriksaan histologis dilakukan dengan  dua spesimen biopsi dari korpus dan antrum untuk mengidentifikasi adanya inflamasi, atrofi dan metaplasia usus. Semua spesimen diperoleh dengan menggunakan forsep Radial Jaw 4.

Total subyek penelitian sebanyak 197 diklasifikasikan menjadi tiga kelompok: 68 gastritis, 55 ERD, dan 74 NERD. Infeksi H. pylori terendah ditemukan pada subjek dengan ERD (3/57, 5,2%). Namun, kelompok ERD mempunyai nilai signifikansi hubungan yang kuat terkait asiosiasi antara penyakit dengan proporsi minum alkohol dan merokok. Analisis keragaman mikrobiota lambung antara NERD, ERD, dan gastritis menujukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan berdasarkan keragaman alfa dengan indeks Shannon dan Simpson masing-masing P=0,0016 dan P=0,017. Kelompok ERD mempunyai keragaman paling tinggi dibandingkan kelompok gastritis dan NERD. Keragaman berdasarkan status infeksi H. pylori didapatkan hasil: adanya penurunan yang signifikan dalam indeks keragaman alfa pada kelompok NERD dengan H. pylori subjek positif dibandingkan dengan gastritis dan ERD (indeks Simpson P=0,022; indeks Shannon P=0,029). Sedangkan pada kelompok H. pylori negatif, keragaman alfa yang didasarkan pada estimasi cakupan kelimpahan/ abundance coverage estimates (ACE) dan Fisher Test mendapatkan hasil, kelompok ERD dengan H. pylori negatif mempunyai keragaman mikriobiota lambung yang lebih rendah dibandingkan kelompok NERD dan gastritis.

Perbandingan kelimpahan relatif bakteri non- H. pylori pada masing-masing kelompok menunjukkan Firmicutes sebagai filum dengan kelimpahan tertinggi. Pada semua kelompok (NERD, ERD, dan gastritis) ordo Lactobacillales dan Famili Streptococeae mendominasi.  Namun, peningkatan proporsi Lactobacillus yang signifikan  hanya terdapat pada kelompok NERD. Berdasarkan Linear discriminant analysis (LDA), pada ERD skor tertinggi ditempati oleh bakteri Gram positif Anaerobacillus sp. dan genus yang tidak diklasifikasikan dari Rhizobiaceae. Anaerobacillus sp hanya ditemukan pada kelompok ERD. Sementara itu, di kelompok NERD, taksa diskriminatif adalah Rothia sp. dan Alloprevotella sp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi H. pylori dan keberadaan ERD pada subjek penelitian mempunyai pengaruh terhadap keragaman mikrobiota lambung.

Penulis: Muhammad Miftahussurur

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada link artikel berikut:

AKSES CEPAT