51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Mitigasi Risiko Supply Chain Pada UMKM dengan Failure Mode And Effect Analysis selama Pandemi Covid-19

Analisis Mitigasi Risiko Supply Chain Pada UMKM dengan Failure Mode And Effect Analysis selama Pandemi Covid-19
Sumber: Liputan6

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan guncangan ekonomi yang parah di banyak negara. Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang diambil oleh pemerintah di seluruh dunia yang bertujuan untuk menghindari kegagalan sistem kesehatan. Hal ini telah menyebabkan lockdown regional dan nasional dalam gelombang yang berbeda. Keadaan ini menciptakan tantangan baru yang harus diatasi oleh manajemen rantai pasok di bawah ketidakpastian dan tekanan waktu yang ekstrem. Karena banyak perusahaan yang gagal, pandemi COVID-19 menunjukan ketidaksiapan supply chain yang ada saat ini terhadap gangguan dan perubahan yang tidak terduga di lingkungan mereka. Beberapa strategi dan kebijakan preventif terus dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk meminimalisasi risiko penyebaran Virus Corona.

Manajemen rantai pasok telah menjadi paradigma mitigasi bencana yang dominan dalam beberapa dekade terakhir. Dalam industri seperti manufaktur, grosir, dan ritel seperti ini aspek paling penting adalah supply chain dan strategi manajemen rantai pasok yang sangat membantu dan sering digunakan dalam industri ini. Lebih dari itu, implementasi manajemen rantai pasok pada perusahaan mempunyai pengaruh positif pada kemampuan operasional, terutama dalam meningkat-kan value. Adapun dalam rangkamengelola supply chain management, perusahaan seringkali dihadapkan pada ketidakpastian terkait hal yang tidak diketahui di masa depan. Ketidakpastian ini terbagi menjadi dua hal, yaitu ketidakpastian yang bersifat positif (kesempatan) dan ketidakpastian yang bersifat negatif (risiko).irisiko merupakan sesuatu yang tidak dapat diabaikan begitu saja, melainkan harus diperhatikan secara cermat bila menginginkan kesuksesan. Oleh karena itu, berbagai kebijakan mengenai manajemen rantai pasok yang digunakan untuk perang melawan COVID-19 dan meminimalisir risiko supply chain menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pada situasi pandemi saat ini, kolaborasi semua pihak dalam supply chain sangat diperlukan, tidak hanya pelaku utama saja, melainkan peran pelaku pendukung pun diperlukan dan harus dilakukan. Perubahan atau tindakan yang diambil oleh salah satu anggota supply chain akan berdampak pada anggota supply chain yang lain.

Salah satu riset yang dilakukan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, serta memberikan saran strategi penanganan terkait risiko supply chain CV. Jaya Abadi, menunjukkan bukti empiris fenomena tersebut. Penelitian tersebut menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), yaitu merupakan metode sistematis yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi serta mengelola risiko yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan manajerial. Sebelum melakukan proses identifikasi risiko, perlu dilakukan pemetaan aktivitas supply chain guna mengetahui apa saja risiko yang mungkin muncul dari setiap aktivitas tersebut. Selanjutnya model Supply Chain Operational Reference (SCOR) digunakan untuk mengelompokkan aktivitas supply chain yang telah teridentifikasi ke dalam 5 kategori aktivitas guna mempermudah proses analisis risiko.

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin terjadi dan mengevaluasi risiko-risiko serta mengidentifikasi rencana aksi mitigasi yang ada pada rantai pasok pada UMKM percetakan selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini menetapkan tiga indikator untuk menilai risiko perusahaan, yaitu tingkat dampak dari kejadian risiko, probabilitas kejadian dari penyebab risiko, dan tingkat deteksi pada munculnya penyebab risiko. Fokusnya adalah mencegah masalah, meningkatkan keselamatan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Implikasi manajerial yang ditemukan dari hasil penelitian ini dan kemungkinan besar mampu diadopsi oleh UMKM yang lain adalah (1)Menerapkan prinsip Supply Chain Risk Management dalam upaya mengidentifikasi, mengevaluasi, serta mengetahui upaya penanganan terkait risiko supply chain dengan menggunakan kerangka pengelolaan risiko yang telah disusun pada aplikasi Word maupuan Excel; (2)Manajer produksi dapat melakukan pengawasan berkala terhadap risiko supply chain baik pada penyebab risiko utama maupun penyebab risiko minor untuk mengetahui upaya penanganan yang sesuai dengan kondisi risiko di masa mendatang; dan (3)Strategi penanganan risiko yang diusulkan yaitu meningkatkan customer relationship dan melakukan koordinasi dengan pelanggan terkait mekanisme pembayaran, menentukan area khusus untuk penyimpanan bahan baku kertas, melakukan pengecekan secara terus-menerus pada saat proses cetak, menentukan format file khusus untuk file desain cetak, menentukan resolusi gambar minumum untuk file desain, mengelola cuti karyawan cetak melalui penjadwalan yang sistematis, menggunakan jasa 渢ukang cetak lepas, melakukan perawatan mesin secara berkala, mengubah format file sesuai dengan skema warna mesin cetak, serta melakukan inspeksi awal pada hasil proof.

Penulis: Febriana Wurjaningrum, Nurulaily Kartika, Atik Purmiyati

Link:

Baca juga: Strategi Ampuh UMKM Memikat Konsumen E-Commerce

AKSES CEPAT