Artikel ini membahas sebuah Brosur dari akhir abad ke-19, berjudul Perdjalanan ke-Tanah-Tjoetji, yang ditulis oleh Dja Edar Moeda, seorang guru pribumi terpelajar berlatar pendidikan sekuler Belanda dan pelopor jurnalisme dan pengusaha pers vernakular di Sumatera. Teks tersebut menggemakan distingsi kritis tentang ibadah haji, yang berbeda dengan mayoritas teks lainnya dalam korpus ini yang cenderung menunjukkan semangat keagamaan dan konotasi kesucian. Artikel ini menunjukkan bahwa suara menyimpang tentang ibadah haji dalam brosur tersebut merupakan manifestasi dari keprihatinan penulisnya, sebagai seorang intelektual pribumi dan seorang modernis religius yang berlatar pendidikan sekuler Barat, terhadap nasib sesama kompanyon jemaah pribuminya yang kerap menjadi korban dari maraknya praktik penipuan dalam penyelenggaraan ibadah haji akibat sebagian besar dari mereka tuna-aksara, buta peta, polos, naif, dan cenderung taklid dalam beribadah. Dalam hal ini, Brosur tersebut secara tidak langsung merupakan kritik terhadap berbagai kekurangan pemerintah kolonial Hindia Belanda dalam penyelenggaraan ibadah Haji dan dalam melindungi para jemaah sebagai rakyat jajahannya.
Penulis: Mochtar Lutfi, S.S., M.Hum.
Link:
Baca juga:





