Paciran merupakan sebuah kecamatan yang terletak di belahan utara Kabupaten Lamongan. Wilayah Utara Paciran berbatasan langsung dengan laut Jawa. Wilayah tersebut merupakan penyumbang di sektor perikanan tangkap dengan sekala besar. Sektor perikanan sendiri memiliki kontribusi yang besar terhadap PDRB Kabupaten Lamongan yaitu sebesar 13,84% pada tahun 2014 dan mengalami peningkatan menjadi 16,98% tahun 2018 (Wardono dan Muslih, 2020). Salah satu matapencaharian masyarakat Paciran adalah sebagai nelayan. Kegiatan nelayan Paciran didukung dengan 2 unit PPI salah satunya PPI Kranji yang berada di desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Produksi perikanan tangkap di PPI Kranji tahun 2017 sebesar 2833.90 ton dengan nilai sebesar 46347754.05 juta (BPS, 2018). Permasalahan yang saat ini dihadapi nelayan di PPI Kranji adalah merebaknya Covid-19. Corona virus disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut corona virus 2 (Sars-CoV-2) (Supriatna, 2020).
Beberapa negara memberlakukan berbagai kebijakan untuk mengatasinya salah satunya adalah Indonesia yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), work from home, physical distancing yang tercantum dalam peraturan pemerintah RI No. 21 tahun 2020. Pandemi Covid-19 mempengaruhi perubahan kehidupan manusia dan mengakibatkan perekonomian di berbagai negara mengalami perubahan. Berubahnya pola konsumsi konsumen, banyaknya restoran yang berhenti beroperasi dan terhambatnya pengiriman ikan akibat diberlakukannya lockdown membuat harga ikan hasil tangkapan nelayan di PPI Kranji mengalami penurunan. Mubarok dan Fajar (2020) menjelaskan dampak pandemi Covid-19 yang paling nelayan rasakan ialah penurunan harga ikan secara drastis hingga mencapai 50%, namun hal ini tidak sebanding dengan biaya operasional melaut yang tidak mengalami penurunan.
Melihat situasi saat ini, diperlukan analisis pendapatan untuk mengetahui pengaruh Covid-19 terhadap pendapatan nelayan di PPI Kranji. Rata “ rata pendapatan nelayan PPI Kranji sebelum pandemi Covid “ 19 yaitu Rp. 1.225.824,18 sedangkan rata “ rata pendapatan nelayan selama pandemi Covid-19 adalah Rp. 1.216.901,10. Perbedaan rata “ rata pendapatan nelayan disebabkan adanya faktor variabel lain. Hasil uji Paired Sample Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.105 yang berarti lebih besar dari 0.05, dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan nelayan sebelum dan selama pandemi Covid-19 atau pandemi Covid-19 tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan PPI Kranji. Faktor utama yang paling berpengaruh terhadap pendapatan nelayan PPI Kranji adalah faktor alam seperti cuaca atau musim.
Penulis: Dr. Adriana Monica Sahidu, Ir., M.Kes
Jurnal: Analysis of fisherman’s income affected by the Covid-19 pandemic in Kranji fish landing bases, Paciran, Lamongan District





