Oral Potentially Malignant Disease (OPMD) atau Kelainan Mulut Berpotensi Ganas adalah istilah umum yang mencakup berbagai lesi atau kondisi mulut dengan risiko lebih tinggi untuk berubah menjadi keganasan. OPMD yang paling umum adalah leukoplakia, eritroplakia, actinic cheilitis, oral submucous fibrosis (OSF), dan tipe erosif lichen planus oral. Sebuah meta-analisis melaporkan bahwa prevalensi global OPMD adalah 4,47%, dengan insiden lebih tinggi pada pria. Etiopatogenesis OPMD adalah proses multifaktorial kompleks yang melibatkan berbagai faktor genetik dan lingkungan. Namun, banyak penelitian menegaskan bahwa merokok tembakau dan konsumsi alkohol yang sering merupakan faktor risiko utama bagi sebagian besar perkembangan OPMD.
Diagnosis OPMD ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan histopatologi. Penilaian terhadap faktor risiko juga diperlukan untuk mendukung diagnosis. Deteksi dini lesi OPMD dan kanker mulut meningkatkan kelangsungan hidup dan mengurangi morbiditas, kerusakan, waktu pengobatan , dan biaya. Pemeriksaan mulut mandiri (MSE) adalah alat yang berguna untuk mendeteksi lesi mencurigakan di rongga mulut dan dapat membantu dalam deteksi dini kanker mulut dan OPMD. Sebuah penelitian sebelumnya melaporkan bahwa keterlambatan diagnosis OPMD disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang tanda, gejala, dan faktor risiko lesi OPMD.
Komunitas sepeda motor dinilai berisiko tinggi terkena OPMD karena merokok dan minum alkohol merupakan faktor risiko berkembangnya penyakit tersebut. Merokok tembakau dapat menyebabkan kelainan jaringan lunak OPMD. Pernyataan ini benar karena rokok yang mengandung nitrosamin akan mendorong transformasi hiperplastik sel mukosa mulut dan paparan asapnya menginduksi risiko berkembangnya kanker mulut karena peningkatan ekspresi makrofag, limfosit, dan matriks metalloproteinase-9 pada sel epitel lidah. Dalam domain ini, responden juga salah menjawab beberapa pertanyaan. Tiga puluh dua (53,30%) responden tidak mengetahui bahwa minuman yang mengandung alkohol dapat menyebabkan kelainan jaringan lunak OPMD. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan komunitas sepeda motor tentang OPMD. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi landasan bagi program lebih mendalam untuk mencegah timbulnya OPMD.
Populasi penelitian deskriptif ini terdiri dari 68 peserta yang tergabung dalam klub sepeda motor 淪unmoriYuk di Kota Surabaya, Wilayah Jawa Timur, Indonesia. Penelitian dilakukan melalui 15 kuesioner pernyataan yang telah lolos uji statistik reliabilitas dan validitas.
Kuesioner dibagi menjadi tiga domain: pengetahuan tentang informasi umum tentang OPMD, faktor risiko OPMD, dan gambaran klinis OPMD. Terdapat 53 (83,30%) responden yang memiliki riwayat merokok, 20 (33,30%) diantaranya sudah merokok selama 3 sampai 5 tahun dan 14 (23,30%) diantaranya merokok 1 sampai 20 batang setiap hari. Dari 60 responden, 46 (76,70%) meminum alkohol, dan 19 (31,70%) meminumnya lebih dari sekali dalam sebulan.
Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas anggota komunitas sepeda motor SunmoriYuk memiliki pengetahuan sedang tentang OPMD. Pengetahuan tentang manifestasi klinis OPMD dapat digunakan dalam mendeteksi lesi mencurigakan di rongga mulut dan dapat membantu deteksi dini kanker mulut dan OPMD. OPMD dapat menimbulkan bercak putih di rongga mulut dan bisa bermanifestasi sebagai luka yang sulit disembuhkan (permanen). Lesi kronis adalah salah satu tanda klinis OPMD, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian lain. Tetapi beberapa responden mungkin tidak menyadari adanya pembengkakan sebagai tanda klinis OPMD karena mereka belum pernah mengalami penyakit tersebut secara langsung. Selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak anggota masyarakat yang memerlukan pemahaman lebih lanjut tentang faktor risiko OPMD. Pengetahuan yang baik tentang faktor risiko OPMD dapat digunakan untuk menghindari keterlambatan diagnosis OPMD.
Sebagian besar anggota masyarakat masih belum menyadari manfaat MSE, yang dapat membantu dalam deteksi dini penyakit seperti kanker mulut dengan mendeteksi potensi lesi ganas di rongga mulut. Metode singkat MSE, termasuk inspeksi visual dan palpasi, yang merupakan metode sederhana, terjangkau, dan tidak berbahaya untuk mendeteksi lesi mencurigakan di rongga mulut dan dapat membantu deteksi dini kanker mulut dan OPMD yang tidak memerlukan pemeriksaan oleh dokter gigi. Tidak adanya penelitian yang tepat dan pendidikan informal mengenai MSE di Indonesia mungkin menjadi penyebab kurangnya pengetahuan responden. MSE dapat berkontribusi dalam pencegahan dengan mencegah perilaku masyarakat yang berisiko tinggi seperti minum minuman beralkohol dan merokok.
Nama: Nurina Febriyanti Ayuningtyas, drg., MKes., PhD., Sp.PM(K)
Judul: Analysis on the Knowledge about Oral Potentially Malignant Disorders of a Male Motorcycle Community in Indonesia
Link:





