Colibacillosis adalah salah satu penyakit paling umum yang disebabkan oleh E. coli patogen pada unggas, khususnya ayam broiler dan layer. Penyakit ini sering menyebabkan airsacculitis, peritonitis, dan perihepatitis, yang berdampak pada produksi dan mortalitas ayam. Avian Pathogenic E. coli (APEC) merupakan salah satu penyakit pada unggas yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan, yang dapat menyebar menjadi septikemia. Patogenisitas yang tinggi dari bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagian besar disebabkan karena keberadaan komponen dinding selnya, terutama lipopolysaccharide (LPS) yang berperan penting dalam virulensinya. Keberadaan membran luar yang mengandung Lipopolysaccharide (LPS). LPS ini berperan penting dalam virulensi dan patogenisitas bakteri gram-negatif seperti E. coli. Keberadaan LPS pada bakteri Gram-negatif menjadikannya jauh lebih virulen dibandingkan bakteri Gram-positif, karena LPS memicu respons imun yang sangat kuat dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan serta kegagalan organ melalui endotoksemia dan syok septik.
LPS merangsang sel-sel imun seperti makrofag dan neutrofil untuk menghasilkan ROS melalui aktivasi kompleks enzim NADPH oksidase. ROS seperti superoksida (O2-) adalah molekul yang sangat reaktif dan berfungsi untuk menghancurkan patogen. Kelebihan produksi ROS yang diinduksi oleh LPS tidak hanya menyerang patogen tetapi juga dapat merusak sel dan jaringan tubuh sendiri. ROS dapat mengoksidasi lipid, protein, dan DNA, sehingga menyebabkan kerusakan sel yang parah dan berkontribusi terhadap perkembangan penyakit inflamasi kronis. Sementara itu ROS juga diperlukan untuk pertahanan melawan infeksi, namun produksi ROS yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kondisi patologis seperti aterosklerosis, diabetes, dan penyakit neurodegeneratif. Stres oksidatif adalah kondisi kelebihan radikal bebas dalam tubuh yang melebihi kemampuan sistem antioksidan untuk menetralkannya. Salah satu hasil dari stres oksidatif adalah peroksidasi lipid, yang menghasilkan malondialdehid (MDA) sebagai produk akhir. MDA merupakan indikator penting dari kerusakan oksidatif pada lipid membran sel dan sering digunakan sebagai biomarker stres oksidatif.
Likopen adalah salah satu antioksidan yang paling kuat dan efektif dalam menangkal radikal bebas. Zat ini bekerja dengan menetralkan radikal bebas, mencegah mereka merusak sel dan jaringan tubuh. Likopen melindungi komponen sel, terutama lipid dalam membran sel, dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas, sehingga mencegah timbulnya peroksidasi lipid. Likopen dapat mencegah pembentukan MDA dengan menghambat peroksidasi lipid. Suplementasi likopen dapat mengurangi kadar MDA dalam darah, yang menandakan berkurangnya kerusakan oksidatif pada lipid membran. Dengan cara ini, likopen berperan melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan stres oksidatif.
Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan mencit jantan sejumlah 25 ekor dengan umur 3 bulan dan BB ± 25 g “ 35 g dibagi menjadi lima kelompok dengan lima kali ulangan. K(-) adalah kelompok control: tanpa diberikan LPS dan likopen. K(+): diberikan LPS 0.042 mg/kg tanpa diberikan likopen. K1: diberikan LPS 0.042 mg/kg dan likopen sebesar 0.3 mg/Kg. K2: diberikan LPS 0.042 mg/kg dan likopen sebesar 0.6 mg/Kg. K3: diberikan LPS 0.042 mg/kg dan likopen sebesar 0.9 mg/Kg. LPS di berikan pada hari ke-1 dan ke-8 secara intraperitoneal dan lipoken diberikan setiap hari selama 14 hari. Pemeriksaan kadar MDA menggunakan metode ELISA dan analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan Uji Tukey (p<0.05). Pemberian paparan LPS meningkatkan sangat nyata kadar MDA (p<0.05) dan pemberian likopen dapat menurunkan kadar MDA sangat nyata (p<0.05) hingga pada batas kadar normal seperti kontrol (-). Pemberian paparan LPS terbukti meningkatkan kadar MDA dan pemberian likopen dapat menurunkan kadar MDA hingga pada batas kadar normal.
Penulis: Widjiati
Publikasi di Jurnal: GSC Biological and Pharmaceutical Sciences (GSCBPS)
Link artikel:
Link Jurnal:
Baca juga:





