51动漫

51动漫 Official Website

Analisis Risiko Lama Kerja dan BMI (Body Mass Index) terhadap Musculoskletal Disorders(MSDS) pada Pekerja di Indsutri Manufaktur

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Potensi bahaya ergonomi di tempat kerja dapat menimbulkan keluhan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (GOTRAK) yang juga dikenal sebagai Musculoskletal Disorders (MSDs). Global Burden of Disease menyatakan pada tahun 2019 terdapat sekitar 1,71 miliar orang di dunia yang hidup dengan permasalahan musculoskeletal. Data International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa 47% klaim di Indonesia berkaitan dengan MSDs. Pekerja memiliki risiko mengalami keluhan GOTRAK jika otot menerima beban statis secara berulang dalam waktu yang lama sehingga terjadi kerusakan pada sendi, ligamen, dan tendon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara postur kerja, durasi kerja, masa kerja, dan IMT dengan keluhan GOTRAK pada pekerja PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk Plant Margomulyo Surabaya.

Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah pekerja dari semua departemen dengan sample sebanyak 109 pekerja. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner Nordic Body Map, observasi menggunakan instrumen Rapid Entire Body Assessment, dan pengukuran antropometri untuk menghitung IMT. Analisis dilakukan dengan uji statistik Chi-Square menggunakan 伪 = 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja adalah laki-laki (96,3%), berusia 26-45 tahun (78%), memiliki postur kerja berisiko sedang (75,2%), durasi kerja normal (83,5%), masa kerja lama (75,2%), IMT gemuk (58,7%), dan keluhan GOTRAK tingkat sedang (58,7%). Terdapat hubungan antara postur kerja (p-value = 0,000) dan IMT (p-value = 0,017) dengan keluhan GOTRAK. Tidak ditemukan hubungan antara durasi kerja (p-value = 0,717) dan masa kerja (p-value = 0,094) dengan keluhan GOTRAK.

Dapat disimpulkan bahwa postur kerja dan IMT memilki hubungan yang signifikan dengan keluhan GOTRAK yang dialami pekerja. Oleh karena itu, sebaiknya stasiun kerja didesain agar dapat mendukung pembentukan postur yang baik dan asupan gizi seimbang diperlukan untuk mengendalikan IMT pekerja.

Penulis: Dr. Noeroel Widajati, S.KM, M.Sc

Link:

AKSES CEPAT