Kinerja perekonomian Provinsi Jawa Timur terus membaik, dan diperkirakan akan meningkat pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021. Badan Pusat Statistik mengklaim pada tahun 2021 bahwa Jawa Timur merupakan salah satu penyumbang perekonomian Indonesia yang paling signifikan, menyumbang 15% terhadap PDB nasional pada tahun tersebut. Selain itu, provinsi ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan nasional selama satu dekade; Misalnya, pada tahun 2010, pertumbuhan Jawa Timur sebesar 6,68%, lebih tinggi dari laju pertumbuhan nasional sebesar 6,22%, sedangkan pertumbuhan pada tahun 2020 sebesar 5,52%, juga lebih tinggi dari laju pertumbuhan nasional sebesar 5,02%.
Konsep kesejahteraan dalam Islam lebih komprehensif dibandingkan dengan konsep kesejahteraan pada umumnya. Konsep Islam menambahkan aspek spiritual sebagai pengatur duniawi. Artinya keseluruhan jalan yang dinasehatkan Islam untuk dijalani umatnya mulai dari buaian sampai ke liang lahat, termasuk semua petunjuk mengenai perilaku ekonomi, sosial, dan politik yang berlandaskan pada gagasan Islam tentang keadilan. Di sisi lain, faktor-faktor yang diperkirakan akan mempengaruhi perekonomian seperti literasi keuangan, inklusi keuangan, dan perencanaan keuangan juga perlu dikaji lebih mendalam. Kaitan antara pendidikan dan produktivitas telah diteliti dalam sejumlah penelitian, yang hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang berpengaruh.
Namun, karena faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan umat Islam masih belum mendapat banyak perhatian, maka timbul pertanyaan, pertama, apakah pendidikan, inklusi keuangan, literasi keuangan, dan perencanaan keuangan dapat menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan Islam, dan kedua, apakah produktivitas dapat menjadi faktor penentu kesejahteraan umat Islam. mediator untuk meningkatkan kesejahteraan Islam, dengan fokus khusus pada observasi tentang Jawa Timur, Indonesia.
Hasil Penelitian
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan, inklusi keuangan, literasi keuangan, perencanaan keuangan, dan produktivitas dapat mempengaruhi kesejahteraan Islam di kalangan keluarga Muslim. Dalam penelitian ini, tingkat literasi keuangan mempengaruhi produktivitas. Jika individu memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi, hal ini akan membuat mereka lebih produktif dalam bekerja. Sebaliknya, literasi keuangan tidak mempengaruhi kesejahteraan Islam. Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakstabilan tingkat literasi keuangan individu, yang dapat mengakibatkan ketidaktahuan akan pentingnya mengetahui produk yang dapat meningkatkan kesejahteraan. Dengan demikian, temuan saat ini menunjukkan bahwa kesejahteraan Islam tidak disebabkan oleh literasi keuangan.
Inklusi keuangan mempengaruhi produktivitas. Semakin tinggi nilai inklusi keuangan maka semakin produktif pekerjaan seseorang. Inklusi keuangan juga mempengaruhi kesejahteraan Islam. Memiliki tingkat inklusi keuangan yang tinggi akan membuat individu menjadi lebih sejahtera. Perencanaan keuangan mempengaruhi produktivitas. Jika lebih banyak perencanaan keuangan dilakukan oleh individu, produktivitas akan meningkat lebih cepat. Selanjutnya, perencanaan keuangan tampaknya juga mempengaruhi kesejahteraan Islam. Perencanaan keuangan yang tinggi dapat meningkatkan nilai kesejahteraan Islami seseorang.
Pendidikan tidak mempengaruhi produktivitas, mungkin karena banyak individu yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi namun kualifikasi tersebut tidak digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Tapi, pendidikan mempengaruhi kesejahteraan Islam. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan islaminya. Dalam penelitian ini, produktivitas mempengaruhi kesejahteraan Islam. Tingkat produktivitas yang tinggi dapat membantu individu mencapai kesejahteraan. Bekerja bukan hanya sekedar sarana untuk bertahan hidup, namun juga merupakan ibadah yang mendapat pahala.
Literasi keuangan mempengaruhi kesejahteraan Islam melalui produktivitas. Di tempat kerja, literasi keuangan yang lebih tinggi menghasilkan efisiensi dan produktivitas yang lebih besar. Inklusi keuangan juga mempengaruhi kesejahteraan Islam melalui produktivitas. Begitu pula dengan perencanaan keuangan yang mempengaruhi kesejahteraan Islam melalui produktivitas. Namun, pendidikan tidak mempengaruhi kesejahteraan Islam melalui produktivitas. Dengan demikian, nilai dan dampak pendidikan seseorang tidak mempengaruhi produktivitas dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Pendidikan seharusnya dapat meningkatkan kinerja jika dilaksanakan dengan baik. Setiap orang bekerja dengan harapan akan imbalan (baik spiritual maupun materil), yang salah satunya adalah kesejahteraan.
Simpulan
Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa produktivitas dipengaruhi oleh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan perencanaan keuangan. Kesejahteraan Islam dipengaruhi oleh inklusi keuangan, perencanaan keuangan dan pendidikan. Lebih lanjut, kesejahteraan Islam dapat dipengaruhi oleh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan perencanaan keuangan melalui produktivitas. Temuan penelitian ini menyiratkan bahwa jika literasi keuangan, inklusi, perencanaan keuangan dan pendidikan berada pada tingkat yang tinggi, maka kepala keluarga dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi diharapkan dapat mengenali perbedaan antara produk jasa keuangan syariah dan konvensional; menggunakan produk keuangan syariah untuk memenuhi kebutuhan mereka dan merangsang perekonomian; melakukan perencanaan keuangan yang baik sesuai syariah; dan menggunakan keuntungan dari pendidikan yang mereka peroleh untuk meningkatkan produktivitas kinerja sehingga memperoleh kesejahteraan sesuai prinsip Islam.
Penulis: Meri Indri Hapsari, S.E., M.Si.
Jurnal: Antecedents of Islamic welfare: productivity, education, and the financial aspect





