Etnis memainkan peran penting dalam membentuk peristiwa ekonomi, namun para peneliti sering mengabaikan pengaruhnya, terutama dalam kaitannya dengan karakteristik audit dan penetapan harga audit (Abdul Wahab et al., 2007; Beattie et al., 2012; Yatim et al., 2006). Etnis berfungsi sebagai komponen fundamental dari hubungan sosial, mampu mempengaruhi persepsi, interaksi dan aktivitas dalam komunitas bisnis (Beattie et al., 2012; Palmer et al., 2001; Pandey et al., 2022; Redding, 1991; Whitley, 1992). Selain itu, bukti empiris dari berbagai negara menunjukkan bahwa etnis dapat membentuk proses manajemen organisasi yang efektif dan pertukaran komersial. Misalnya, Efferin dan Hopper (2007) berpendapat bahwa komposisi etnis dewan perusahaan merupakan faktor penting dalam membentuk proses pengendalian manajemen dalam perusahaan Indonesia. Demikian pula, di perusahaan Malaysia, ada perbedaan yang dapat diamati dalam tanggapan auditor terhadap risiko inheren klien berdasarkan etnis mereka, di mana perusahaan Bumiputera melaporkan biaya audit yang lebih tinggi daripada rekan non-Bumiputera (Abdul Wahab et al., 2007; Johl et al., 2012). Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi keberadaan etnis partner audit pada audit fee dalam konteks Indonesia.
Professor Iman Harymawan dkk melakukan penelitian ini menggunakan sampel terdiri dari 803 observasi tahun perusahaan dari Bursa Efek Indonesia selama periode 2014“2018. Studi ini menggunakan analisis regresi efek tetap untuk menguji hubungan antara etnis mitra audit dan biaya audit. Studi ini mengungkapkan bahwa perusahaan yang diaudit oleh mitra audit dari kelompok etnis utama menunjukkan biaya audit yang lebih rendah, menunjukkan jaringan bisnis audit yang lebih luas untuk kelompok auditor tertentu dibandingkan dengan kelompok etnis minoritas. Secara khusus, penelitian ini menemukan bahwa perusahaan yang diaudit oleh mitra audit dari tiga etnis terbesar, yaitu Bali, Jawa, dan Sumatera Barat, dikaitkan dengan biaya audit yang lebih rendah dibandingkan dengan yang lain.
Temuan ini selanjutnya berkontribusi pada narasi dan literatur yang ada yang menyoroti latar belakang etnis mitra audit sebagai bentuk modal sosial yang memengaruhi biaya audit yang lebih rendah. Studi ini memberikan implikasi praktis dan akademik yang berharga mengenai dampak etnis mitra audit terhadap fee audit. Temuan menyoroti pentingnya perusahaan audit untuk mengupayakan representasi yang seimbang dari keragaman etnis dalam karakteristik auditor mereka, karena hal itu dapat memengaruhi tata kelola dan strategi pemasaran secara positif. Dengan mengakui dan mengatasi pentingnya keragaman etnis di antara mitra audit, perusahaan dapat meningkatkan efektivitas dan keberhasilan mereka secara keseluruhan dalam profesi audit. Studi ini memberikan kontribusi yang unik dengan memberikan data empiris tentang teori harga audit di Indonesia, khususnya berfokus pada peran keragaman etnis sebagai penentu harga audit.
Penelitian sebelumnya belum banyak mengeksplorasi hubungan antara etnisitas auditor dan biaya audit, khususnya dalam kaitannya dengan jaringan bisnis sebagai mekanisme saluran. Penjelasan teoretis untuk perbedaan biaya juga telah dibatasi dalam penelitian sebelumnya. Studi saat ini membahas kesenjangan ini dengan menawarkan landasan teoretis yang menyoroti keunggulan kelompok etnis dominan dalam membangun sistem pasar audit yang efisien. Akibatnya, auditor ini dapat membebankan biaya yang lebih rendah kepada klien tanpa mengorbankan kualitas layanan mereka. Temuan ini sejalan dengan literatur yang ada tentang biaya audit dan menggarisbawahi pentingnya kelompok etnis utama dalam mendorong pasar audit yang efektif, menghasilkan biaya audit yang lebih rendah dibandingkan dengan pasar audit campuran.
Penulis: Prof. Iman Harymawan, S.E., M.BA., Ph.D.
Artikel dapat diakses pada:





