Performa perusahaan bergantung pada kualitas Tata Kelola Perusahaan. Dipercaya bahwa tata kelola yang baik akan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan. Selain itu, dewan perusahaan akan mengarahkan perusahaan dan memantau operasi perusahaan untuk mencapai target yang ditetapkan. Menurut Teori Agensi, manajer cenderung lebih memprioritaskan kepentingan pribadi mereka daripada kesejahteraan pemegang saham. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemantauan yang efektif untuk mengurangi atau sepenuhnya menghilangkan konflik kepentingan. Tata kelola perusahaan yang baik akan menciptakan sistem pengawasan dan keseimbangan dalam perusahaan, serta dapat mengurangi biaya agensi. Oleh karena itu, tata kelola perusahaan yang efektif akan mampu mengarahkan performa perusahaan yang baik dengan mengurangi biaya agensi
Selanjutnya, komite audit dianggap sebagai elemen utama dalam sistem tata kelola perusahaan yang efektif dan memainkan peran penting dalam mencapai kinerja perusahaan yang tinggi. Keberadaan komite audit di perusahaan akan menyebabkan kesulitan keuangan. Komite audit, dengan keahliannya, akan memastikan kualitas laporan yang baik dan meningkatkan pengendalian internal serta manajemen risiko melalui pengawasan yang intensif. Selain itu, komite audit bertanggung jawab dalam memilih firma akuntansi publik untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan, memastikan proses pengendalian mutu, dan mengakses dokumen yang diperlukan selama audit oleh auditor eksternal. Komite audit akan mengurangi konflik kepentingan melalui informasi berkualitas. Dengan demikian, kinerja perusahaan akan meningkat. Pertanyaannya adalah apakah bukti empiris khususnya di Indonesia mendukung dalil-dalil tersebut?
Penelitian ini mengungkapkan bahwa karakteristik audit meliputi ukuran komite audit dan keahlian keuangan komite audit yang berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yang berbasis pasar. Namun, tidak ditemukan indikasi dalam penelitian ini mengenai pengaruh signifikan terhadap frekuensi pertemuan komite audit.
Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa dewan asing dan keberagaman gender dewan secara signifikan mempengaruhi kinerja perusahaan yang berbasis pasar. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa perusahaan yang lebih muda membutuhkan frekuensi pertemuan komite audit yang lebih tinggi untuk meningkatkan kinerjanya. Sementara itu, perusahaan yang lebih matang menunjukkan lebih banyak stabilitas dibandingkan dengan yang lebih muda. Dengan demikian, komite audit dan keberagaman dewan dapat meningkatkan kinerja perusahaan yang berbasis pasar
Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur dan praktik. Penelitian ini berkontribusi pada teori agensi dengan menunjukkan bahwa manajemen yang baik, komite audit, dewan asing, dan dewan gender akan memperkuat fungsi pengawasan dan mengurangi biaya agen, yang mendorong peningkatan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini akan memperluas dan memperdalam studi tentang kinerja perusahaan.
Secara praktis, manajer dapat menggunakan hasil penelitian ini dalam mengelola ukuran komite audit, keahlian dalam membentuk komite audit, dan yang paling penting, berdasarkan temuan ini bahwa pertemuan audit tidak efektif jika dilakukan dengan frekuensi yang tinggi. Selain pendekatan teoritisnya, penelitian ini memberikan praktik tambahan tentang tata kelola perusahaan dan kinerja perusahaan melalui analisis yang lebih luas dalam konteks Indonesia.
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai panduan baru dalam mengembangkan metode untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang berbasis pasar melalui tata kelola yang baik. Temuan ini juga memberikan informasi yang relevan bagi investor tentang kinerja perusahaan dan tata kelola perusahaan di negara berkembang, terutama Indonesia, dan berfungsi sebagai panduan sebelum berinvestasi dalam instrumen keuangan. Ini merupakan komitmen dan konsistensi perusahaan untuk selalu peduli terhadap profitabilitas perusahaan untuk mengimplementasikan tata kelola perusahaan yang efektif dalam setiap aspek bisnis dan menciptakan nilai perusahaan untuk mewujudkan tata kelola tersebut (Setyahadi & Narsa, 2020). Oleh karena itu, sangat penting untuk fokus pada tata kelola perusahaan yang solid, mengembangkan nilai-nilai, dan secara konsisten meningkatkan kinerja keuangan (Setyahadi & Narsa, 2020).
Penulis: Prof. Dr. I Made Narsa, M.Si., Ak., CA.
Baca selengkapnya di link berikut:
Scopus – Document details – Do corporate governance drive firm performance? Evidence from Indonesia | Signed in





