Pandemi Covid-19 telah terjadi yang diawali pada tahun 2019. Penduduk semua negara di dunia mendapat serangan Virus Severe acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Peningkatan jumlah kejadian Covid-19 di negara dipengaruhi oleh banyaknya penduduk yang melakukan tes. Perlu diketahui bahwa untuk mendiagnosis kejadian Covid-19 dilakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction). Semakin banyak penduduk yang melakukan tes maka semakin meningkat angka penemuan kejadian Covid-19. Positive rate Covid-19 dihitung dengan membandingkan jumlah orang yang positif Covid-19 dengan jumlah yang diperiksa. Pemeriksaan tes PCR pada masyarakat untuk keperluan tracing di fasilitas kesehatan pemerintah tidak dipungut biaya, Tentu saja, pemeriksaan ini dilakukan pada masyarakat yang selektif yaitu pada orang yang kontak erat dengan penderita.
Jumlah masyarakat yang memeriksa kondisi dirinya untuk mengetahui terdeteksi Covid-19 menentukan jumlah kejadian Covid-19. Pemeriksaan masyarakat pada kluster dimana ditemukan kasus Covid-19 terkadang tidak disambut oleh masyarakat. Masyarakat takut kalau terdeteksi Covid-19 akan dibawa ke rumah sakit tanpa ada keluarga yang mendampingi. Promosi tentang pentingnya pemeriksaan gencar dilakukan petugas. Kemampuan petugas dalam melakukan pemeriksaan untuk menentukan kasus Covid 19 konfirmasi menentukan penemuan kasus positif Covid 19. Angka number of test per case menentukan juga jumlah kejadian Covid-19. Jumlah petugas dalam kegiatan tracing dan pemeriksaan di laboratorium ikut andil dalam penemuan kasus Covid-19.
Penulis : Lucia Yovita Hendrati
Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat di :
Rahayu Lubis, Fauzi Budi Satria, Rafdzah Ahmad Zaki, Nurjazuli, Lucia Yovita Hendrati
Factors influencing the COVID-19 pandemic situation in Indonesia, Malaysia and Taiwan in 2021. Public Health in Practice , 2022, 4 (100311) doi: 10.1016/j.puhip.2022.100311





