UNAIR NEWS – Serangkaian acara AMORA : SDGs School X SDGs Ambassador masih berlanjut. Acara itu bertempat di Ruang Bayu Kinara, Airlangga Convention Center (ACC) lantai 2, Kampus MERR-C UNAIR pada Rabu (14/5/2025).
Astri Dewayani dr PhD membagikan materinya mengenai kesehatan dan kesejahteraan sosial. Dosen fakultas kedokteran sekaligus Experts SDGs Centre ini menjelaskan bahwa selain kesehatan mental, kesehatan fisik juga penting pada kesehatan psikis. Di lingkup universitas, SDGs bidang sosial akan berkaitan dengan kesehatan, edukasi, dan sistem pada komunitas dan kota.
Healthy Campus
Astri menjelaskan, sebagai salah satu perwujudan nilai SDGs melalui program kementerian kesehatan (Kemenkes) yakni program kampus sehat, UNAIR menggerakkan Healthy Campus. 淜ampanye ini bergerak di bidang kesehatan seperti zero tolerance alkohol, gambling. Lalu juga fokus ke masalah kesehatan, pemeriksaan umum ada kolesterol, hingga menghadirkan pusat layanan kesehatan di sekitar kampus, paparnya.
Selain itu, Astri juga memaparkan mengenai Healthy Campus Index, yang digalakkan oleh ASEAN University Network. Healthy Campus Index merupakan perangkingan akan kampus sehat yang meliputi sarana, promosi, dan kebijakan. 淚ni juga berkaitan seperti yang diminta Kemenkes, yakni sarana, ruang terbuka, hingga kebijakan zero tolerance terkait alkohol. Dengan adanya healthy campus ranking system ini kita akan tahu, nilai kita dan kecakapannya sampai dimana, lanjutnya.
Happy and Healthy Campus (H2C) Metric UNAIR
Di UNAIR, lanjut Astri, kini sedang menggerakkan sebuah metrik atau alat ukur internal terkait dengan bidang sosialnya, yakni Happy and Healthy Campus. 淚ni merupakan pelayanan kesehatan terhadap kehidupan sehat, kesehatan mental, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan zat, jelasnya.
Hal itu merupakan perwujudan dari komitmen UNAIR terhadap kampus sehat. Beberapa indikator dari H2C metrics itu meliputi kepuasan civitas akademika terhadap layanan kesehatan kampus, tingkat partisipasi dalam kegiatan fisik dan gaya hidup sehat, aksesibilitas terhadap fasilitas dan layanan kesehatan mental, dan kepedulian terhadap isu-isu seperti kekerasan seksual dan penyalahgunaan zat.
Lebih lanjut, Astri menjelaskan bahwa terkait dengan kesehatan, selain berfokus pada penyakit tidak menular, di lingkup universitas, kesadaran mengenai kesehatan mental merupakan poin penting terkait dengan healthy campus. 淚ni sering berkaitan dengan usia muda. Karena pada saat pendewasaan itu, terjadi perubahan hormonal, dalam struktur sosial juga terjadi perubahan dari anak-anak menuju usia dewasa. Hal ini menunjukkan mengapa usia produktif menjadi usia yang cukup rentan mengalami permasalahan mental, ungkap Dosen FK itu.
Peran Mahasiswa
Keberadaan akses kesehatan yang baik akan memberikan mahasiswa rasa nyaman, fokus, produktif dan konsisten dalam belajar. Lingkungan yang sehat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa dalam ranah akademik.
淥leh karena itu, kesehatan mental dan fisik merupakan syarat untuk mencapai pendidikan tinggi yang berkualitas, paparnya.
Dalam pelaksanaan healthy campus, tentu memerlukan peran mahasiswa. Astri menjelaskan, setidaknya ada tiga peran mahasiswa yang bisa dilakukan. Di antaranya, menjadi agen advokasi kampus sehat, dengan mengampanyekan gaya hidup sehat dan mendorong fasilitas kesehatan yang baik di kampus. Kedua, dengan membentuk komunitas, seperti komunitas olahraga maupun komunitas dukungan kesehatan, dan yang terakhir dengan melakukan edukasi kepada teman sebaya.
Penulis : Febriana Putri Nur Aziizah
Editor : Khefti Al Mawalia





