UNAIR NEWS-Lamongan, Januari 2026 “ Mahasiswa KKN di Desa Gendong Kulon melaksanakan program pengenalan pengelolaan sampah terpadu guna mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat. Program ini diawali pada 22 Januari 2026 dengan perakitan prototipe insinerator skala komunal kecil. Proses pembangunannya menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa dan masyarakat. Para warga yang berprofesi sebagai tukang bangunan turun tangan langsung membantu teknis perakitan, sementara kebutuhan alat-alat pendukung banyak dipenuhi melalui bantuan swadaya masyarakat setempat.
Penanggung jawab kegiatan, Ibrahim Rizqy Rafael, menyampaikan bahwa pemilihan teknologi ini disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. “Model insinerator ini sudah banyak diimplementasikan di berbagai daerah, sehingga kami tinggal sedikit memodifikasi desain tersebut. Meskipun secara regulasi memang terkendala, namun ini menjadi solusi jangka pendek Mengingat selama ini pengelolaan sampah masih dominan dilakukan melalui pembakaran mandiri di pekarangan, kehadiran alat hasil gotong royong ini diharapkan dapat memusatkan proses pengolahan agar lebih terkendali dan kualitas udara di pemukiman tetap terjaga,” ungkap Ibrahim.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung pada 24 Januari 2026 di Pendopo Balai Desa melalui sesi sosialisasi yang dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus PKK, Karang Taruna, hingga para Ketua RT setempat. Selain melakukan sosialisasi cara kerja insenerator yang sudah dibangun, dalam kesempatan ini tim KKN memperkenalkan potensi ekonomi sampah organik melalui budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly). Sebagai bentuk dukungan, mahasiswa memberikan sampel percontohan maggot secara cuma-cuma kepada salah seorang warga yang antusias dan kebetulan memiliki ternak unggas agar dapat langsung merasakan manfaat maggot sebagai pakan tinggi protein.
Tak hanya memberi solusi jangka pendek, kegiatan ini juga memberikan wawasan dasar mengenai manajemen bank sampah untuk memberikan gambaran umum tentang potensi ekonomi dari sampah plastik dan kertas. Materi ini disampaikan sebagai edukasi awal bagi warga mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah yang menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah selama ini. Dengan adanya dukungan penuh dari perangkat desa dan tokoh masyarakat, program ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid bagi warga Gendongkulon untuk mewujudkan kemandirian lingkungan yang berkelanjutan.
Penulis: BBK Gendong Kulon Babat Lamongan
#SDGs
#SDGsDesa
#Tujuan3KehidupanSehatDanSejahtera
#Tujuan11KotaDanPermukimanBerkelanjutan
#Tujuan12KonsumsiDanProduksiYangBertanggungJawab
#Tujuan17KemitraanUntukMencapaiTujuan





