Penelitian terkait masalah keamanan pangan memainkan peran penting dalam mempengaruhin niat membeli konsumen. Beberapa penelitian telah mengeksplorasi hubungan tersebut antara masalah keamanan pangan dan niat membeli, menyoroti pentingnya hal ini persepsi dan sikap konsumen terhadap keamanan pangan. Satu studi yang dilakukan oleh Grunert, K.G. dan Wills, J.M. (2007) mengulas penelitian Eropa tentang tanggapan konsumen informasi nutrisi pada label makanan. Temuan mengungkapkan bahwa konsumen memamerkan minat yang luas terhadap informasi gizi pada paket makanan, namun mereka lebih memilihnya untuk format yang berbeda bervariasi. Sedangkan konsumen lebih mengutamakan tampilan depan yang disederhanakan informasi, preferensi mereka dipengaruhi oleh keinginan yang saling bertentangan akan kemudahan penggunaan, informasi yang komprehensif, dan menghindari perasaan tertekan dalam perilaku tertentu.
Studi lain oleh Frewer dkk. (2003) meneliti penerimaan konsumen terhadap makanan fungsional. Ini penelitian menggarisbawahi bahwa penerimaan konsumen terhadap makanan inovatif, termasuk pangan fungsional, dipengaruhi oleh perbedaan individu dan hambatan dalam pola makan mengubah. Studi ini menekankan perlunya memahami risiko konsumen persepsi dan kekhawatiran mengenai teknologi pengolahan makanan dan yang sedang berkembang kemajuan ilmu pengetahuan. Demikian pula, wawasan dari Frewer dkk. (2003) menjelaskan penerimaan pangan fungsional, mengungkapkan kesediaan individu untuk membeli produk dengan fungsi tertentu atribut dapat bervariasi secara signifikan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penelitian yang ditujukan memahami berbagai faktor yang mempengaruhi penerimaan konsumen terhadap fungsional makanan, mencakup pertimbangan yang terkait dengan masalah keamanan pangan Frewer dkk. (2003). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi kesenjangan terkait kualitas informasi. Mengatasi bidang-bidang ini akan berkontribusi pada pemahaman konsumen yang lebih baik perilaku dan menginformasikan strategi untuk mempromosikan keamanan pangan dan pilihan makanan sehat.
Niat Membeli
Niat membeli mengacu pada kemungkinan dan kesediaan seseorang untuk memilih produk dengan fitur khusus dibandingkan produk tradisional saat membuat keputusan pembelian (Chen, L, 2013). Ini adalah kecenderungan atau kecenderungan konsumen untuk membeli suatu barang tertentu produk atau merek (Davtyan dkk. 2021). Kecenderungan perilaku ini mencerminkan niat konsumen untuk melakukan tindakan pembelian produk tertentu (Al Waseti & L., irfano藰glu, M, 2022). Niat membeli adalah sebuah konstruksi penting dalam penelitian perilaku konsumen karena merupakan prediktor yang signifikan perilaku pembelian aktual (Ali, A. & Ahmad, I, 2016).
Masalah Keamanan Pangan
Keamanan pangan sangat penting bagi konsumen dan profesional di bidangnya industri makanan. Ini mencakup kondisi dan tindakan yang diperlukan produksi, pemrosesan, penyimpanan, distribusi, dan penyiapan makanan, memastikan kesesuaiannya kemampuan, keutuhan, dan kesesuaian untuk konsumsi manusia (Muhammad dkk., 2016). Definisi ini menggarisbawahi kebutuhan penting untuk menegakkan kualitas dan keamanan pangan secara keseluruhan rantai pasokan.
Kualitas Informasi
Kualitas informasi berkaitan dengan tingkat keakuratan, kelengkapan, relevansi, dan kegunaan yang melekat pada data atau informasi (Kulikowski, J.L. 2005). Ini berdiri sebagai konsep multifaset mencakup aspek teknis pemrosesan data serta nilai intrinsiknya informasi yang disampaikan (Kulikowski, J.L. 2005). Evaluasi terhadap kualitas informasi sangat penting signifikansinya, khususnya dalam bidang sumber daya online tempat informasi kebenaran dapat menunjukkan perbedaan yang cukup besar. Misalnya, dalam bidang kesehatan, keandalan sumber informasi online telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pasien mencari wawasan terkait kesehatan yang dapat dipercaya (Daraz dkk. 2011).
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan analisis isi yang komprehensif, memanfaatkan beragam hal artikel dan penelitian sebelumnya, untuk secara cermat membangun kerangka konseptual yang kuat bekerja. Banyaknya referensi yang dipilih dengan cermat memperkuat dan mendukung hal ini perumusan konsep tersebut di atas.
Kesimpulan
Penelitian ini menyoroti peran kualitas informasi sebagai faktor mediasi yang memberikan pengaruh pada hubungan rumit antara masalah keamanan pangan dan niat membeli. Masing-masing hubungan ini akan dijelaskan secara menyeluruh, mencakup penjelasan komprehensif tentang dampaknya masing-masing, beserta eksplorasi mendalam dari implikasi teoritis dan praktis. Penelitian ini berupaya memperluas cakrawala ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan produk tertentu, seperti makanan lokal. Selain itu, bukti empiris telah diperoleh dari penelitian ini siap untuk berkontribusi secara signifikan terhadap kemajuan positif dan peningkatan produk pangan lokal tertentu.
Penulis: Prof. Dr. Ririn Tri Ratnasari, S.E., M.Si.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Absah, Y., Sari, D. K., & Ratnasari, R. T. (2024). How Information Quality Bridges the Link Between Food Safety Concerns and Purchase Intentions: A Conceptual Framework. In AI in Business: Opportunities and Limitations: Volume 2 (pp. 199-210). Cham: Springer Nature Switzerland.





