Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota ini terletak 796 km sebelah timur Jakarta, atau 415 km sebelah barat laut Denpasar, Bali. Surabaya terletak di pantai utara Pulau Jawa bagian timur dan berhadapan dengan Selat Madura serta Laut Jawa. Wilayah Kota Surabaya di sebelah utara dan timur berbatasan dengan Selat Madura, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gresik dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo. Luas wilayah Kota Surabaya 274,06 Km2 yang terbagi menjadi 31 kecamatan dan 163 desa/kelurahan (Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan, 2017). Sebagai kota metropolitan, Surabaya menjadi pusat kegiatan perekonomian di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Sebagian besar penduduknya bergerak dalam bidang jasa, industri, dan perdagangan sehingga jarang ditemukan lahan persawahan. Banyak perusahaan besar yang berkantor pusat di Surabaya, seperti PT Sampoerna Tbk, Maspion, Wing’s Group, Unilever, dan PT PAL. Kawasan industri di Surabaya diantaranya Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dan Margomulyo. Sektor industri pengolahan dan perdagangan yang mencakup juga hotel dan restoran, merupakan kontributor utama kegiatan ekonomi surabaya yang tergabung dalam nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) (Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan, 2017).
Namun, meskipun sebagai kota metropolitan yang perekonomian terus berjalan, pada tahun 2020 adanya peristiwa bencana non-alam yaitu pandemi Covid-19 yang meningkat dan merebak hingga ke seluruh Indonesia juga berdampak pada kota Surabaya yang mengakibatkan jalannya perekonomian berdampak juga. Hal ini berakibat banyaknya PHK di sector industri pabrik dan menurunnya pendapatan UMKM warga sekitar Surabaya. Akibat pandemi Covid-19, jumlah penduduk miskin di Surabaya kian terus bertambah. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya pada Maret 2020, dibandingkan Maret 2019, jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan (Setiawan, 2021). Kota Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang merupakan ibu kota provinsi Jawa Timur tidak luput dari masalah kemiskinan. Kemiskinan menyebabkan penduduk mengalami keterbatasan dalam meningkatkan kesejahteraan (Indarwati et al., 2020). Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat sekitar dihadapkan dengan sulitnya mencari pekerjaan yang mengakibatkan pengangguran meningkat dan kemiskinan terus naik. Pada level Jawa Timur, akibat pandemi ini, penduduk dengan tingkat kemiskinan di Jatim mengalami kenaikan. Hingga September 2020, sebanyak 11,46 persen penduduk miskin di Jatim dari total jumlah penduduk. Peningkatan persentase kemiskinan antara tahun 2019 ke 2020 sebesar 1,26 persen (Perdana, 2021). Kurva kasus COVID-19 terus meningkat dan belum ada tanda-tanda penurunan, mobilitas masyarakat masih tinggi, tempat hiburan, kafe, dan destinasi wisata tetap buka seperti biasa.
PUSPAS UNAIR sendiri merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang pengumpulan dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf, serta dana-dana lainnya melalui programprogram pemberdayaan dan donasi (charity) dengan pengelolaan yang profesional dan amanah. Dalam praktiknya juga tidak hanya sebatas itu, PUSPAS UNAIR juga memiliki banyak program yang mana berfokus pada kemanusiaan. Sejalan dengan dua studi literatur di atas yaitu dengan memberikan bantuan nasi bungkus kepada masyarakat, salah satu program yang berfokus pada kemanusiaan yaitu melakukan pengabdian rutin setiap Hari Jumat melakukan sedekah nasi ke civitas akademika 51动漫 dan warga sekitar Kota Surabaya yang membutuhkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, tingkat pengangguran semakin tinggi yang berdampak pada kemiskinan di Kota Surabaya. Atas dasar hal tersebut, PUSPAS UNAIR ingin membagikan pembagian nasi untuk diberikan kepada warga sekitar dengan tujuan agar di masa pandemi Covid-19 warga sekitar tetap mempertahankan dan meningkatkan imunitas melalui sedekah nasi bungkus yang dilakukan oleh PUSPAS UNAIR.
Penulis: Prawitra Thalib, Wisudanto, Tri Vena Putri, Mohamad Nur Kholiq, Nikmatul Fuadah
Informasi selengkapnya dapat dilihat pada laman:





